SURABAYA, iNews.id - Mantan Direktur Pencegahan Kedeputian Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI Irjen Pol (Purn) Ir Hamli ME mengungkap wajah terorisme di Indonesia dari zaman ke zaman.
Hal itu ia ceritakan saat menjadi pembicara dalam pembekalan mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Hamli yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengungkapkan, terorisme sudah hadir di Indonesia sejak zaman Orde Lama hingga Orde Baru.
Pada masa Orde Lama, terdapat kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang selanjutnya bertransformasi menjadi kelompok jihad pada masa Orde Baru.
Sementara itu, dalam penangkapan teroris pada masa Orde Baru berbeda dengan era sekarang yang butuh penegakkan hukum, di mana dahulu perlu diterapkan operasi intelijen.
Hamli mengutip hasil penelitian dari Indonesia Millenial Report 2019, terdapat 19,5 persen milenial menyatakan Indonesia lebih ideal menjadi negara khilafah.
Hal ini tentu meresahkan dan berpotensi berujung kepada radikalisme. Maka untuk menguatkan nasionalisme, perlu adanya langkah pemahaman terhadap pengenalan potensi ini.
“Karena biasanya kelompok teroris menganggap nasionalisme itu haram dan bertentangan dengan agama,” tambahnya.
Editor : Ali Masduki