Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo ke Jombang Hari Ini, Ndalem Pesantren Tambakberas Jadi Tujuan Sebelum Buka Muktamar NU
Advertisement . Scroll to see content

Jenderal Wismoyo Bekali Prabowo Sajadah Saat Operasi ​​​​​​​

Rabu, 15 Desember 2021 | 09:59 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Jenderal Wismoyo Bekali Prabowo Sajadah Saat Operasi  ​​​​​​​
Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar sosok yang religius dalam keseharian maupun tugas. Ia selalu menjalankan ibadah meski dalam kondisi melakukan operasi di medan perang.(Foto : iNewsSurabaya/SINDOnews)

Sebuah tugas yang hanya diberikan kepada prajurit-prajurit pilihan. Sebagai Danwalpri, Wismoyo bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan presiden dan keluarganya. Karenanya, dalam melaksanakan tugas pengamanan, Wismoyo selalu melekat di mana pun Presiden Soeharto berada. Setahun menjadi pengawal pribadi, Wismoyo kembali ke Kopassus menjadi Komandan Kompi Group 4 Kopassus. Selanjutnya, diangkat menjadi Danki 5 Group 4.

Menyandang pangkat Kapten, Wismoyo kembali mendapat tugas dalam Operasi Wibawa di Papua pada 1969. Operasi ini bertujuan untuk memulihkan keamanan di wilayah tersebut setelah Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera). Selesai penugasan di Papua, Wismoyo kembali ditugaskan menumpas pemberontakan PGRS/Paraku di pedalaman Kalimantan berbatasan dengan Malaysia. Dalam operasi ini, Wismoyo berhasil menemukan Death Letter Box (DLB) sistem informasi milik pemberontak. Selain menggunakan sandi, pengoperasian alat komunikasi ini juga menggunakan bahasa Cina. Hal inilah yang membuat pergerakan para pemberontak sulit terdeteksi. Penemuan ini membuka jalan bagi TNI untuk menumpas kelompok bersenjata di Kalimantan.

Karier pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur pada 10 Februari 1940 terus meningkat, Wismoyo kemudian diangkat menjadi Kasdam IX/Udayana, kemudian Pangdam XVII/Cenderawasih dan Pangdam IV/Diponegoro. Selanjutnya, Presiden Soeharto mengangkatnya menjadi Pangkostrad dan Wakasad pada 1992, sebelum akhirnya diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-17.

Selain dikenal karena keberaniannya di medan operasi, Wismoyo juga dikenal sebagai pribadi yang bersahaja, sederhana dan religious. Hal itu dilihat dari kebiasaan Wismoyo yang selalu menjalankan ibadah puasa sunah dan salat malam meski berada di medan operasi sekalipun. Tidak jarang Wismoyo mengingatkan prajuritnya untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta meski tengah mengemban misi operasi.

”Kapten Inf Wismoyo selalu menerapkan disiplin kepada anak buahnya. Di samping itu, dalam operasi selalu melaksanakan puasa sunah dan salat malam mohon petunjuk agar operasi berjalan dengan lancar dan aman,” tulis buku berjudul “Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar: Sosok Prajurit Sejati” yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut