Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sekolah Rakyat Jombang Siapkan 270 Kuota, Verifikasi Data Siswa Dilakukan Door to Door
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Penyebaran PMK, Pemkab Jombang Bakal Lockdown Pasar Hewan

Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:34 WIB
  • author Zainul Arifin
Cegah Penyebaran PMK, Pemkab Jombang Bakal Lockdown Pasar Hewan
Pemkab Jombang Bakal Lockdown Pasar Hewan untuk meminimalisir penyebaran penyakit PMK. Foto iNEWSSURABAYA/zainul

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID - Penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Jombang semakin meresahkan masyarakat. Sebagai langkah tegas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berencana menutup sementara atau lockdown seluruh pasar hewan guna memutus mata rantai penyebaran penyakit yang menyerang sapi dan kambing ini.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (16/1/2025), sebanyak 686 ekor sapi di Jombang tercatat terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, 378 ekor mengalami sakit parah, sementara 46 ekor dilaporkan mati. Kondisi ini mendorong Pemkab Jombang untuk segera mengambil langkah darurat demi melindungi para peternak dan hewan ternak lainnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Jombang, M. Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Penjabat (Pj) Bupati Jombang Teguh Narutomo dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mengadakan rapat evaluasi khusus terkait penanganan kasus PMK. Salah satu kebijakan utama yang dihasilkan adalah menutup sementara 10 pasar hewan di Jombang.

“Penutupan pasar hewan akan dimulai dari tiga pasar terbesar, yaitu di Kecamatan Kabuh, Ngoro, dan Mojoagung. Langkah ini bertujuan untuk mencegah masuknya hewan ternak dari luar daerah yang berpotensi memperburuk situasi,” kata Saleh kepada awak media, Jumat (17/1/2025).

Meski keputusan telah diambil, pelaksanaan penutupan masih menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Pj Bupati Jombang sebagai dasar hukum. “Kami tidak bisa melaksanakan penutupan tanpa adanya SK kabupaten. Saat ini, proses penerbitan SK sedang berjalan,” jelas Saleh.

Selain penutupan pasar hewan, Pemkab juga merencanakan penganggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan PMK. Kajian lebih lanjut tengah dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut