Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Rajawali Dukung Festival Imlek dan Cap Go Meh Lions Club Surabaya Shining 2025
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah dan Filosofi Imlek di Indonesia, Dosen UNAIR Ungkap Dimensi Tersembunyi

Rabu, 29 Januari 2025 | 13:58 WIB
  • author Ali Masduki
Sejarah dan Filosofi Imlek di Indonesia, Dosen UNAIR Ungkap Dimensi Tersembunyi
Warga Tionghoa mencuci rupang (patung) dewa di Kelenteng Hok An Kiong atau Klentenh Coklat, di Jl Coklat, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur. Foto: iNewsSurabaya/Ali Masduki

Shinta juga menjelaskan filosofi Imlek di balik simbol-simbolnya. Warna merah melambangkan keberuntungan dan kesuksesan, emas melambangkan kemakmuran, dan kue keranjang yang lengket melambangkan eratnya hubungan persaudaraan. Hujan yang turun menjelang Imlek diyakini sebagai berkah dari Dewi Kwan Im.

"Mereka percaya Dewi Kwan Im menyiram bunga meihua, sehingga hujan dianggap sebagai berkah dan simbol rezeki melimpah," imbuhnya.

Shinta menyimpulkan bahwa perayaan Imlek di Indonesia bukan hanya sekadar momentum budaya, tetapi juga simbol keragaman budaya dan harmoni yang perlu dipertahankan. 

"Dengan memahami filosofi di balik tradisi ini, kita dapat menjadikan Imlek sebagai inspirasi untuk memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan," tutupnya.

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut