Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Usai Retret di Akmil Magelang, Wali Kota Surabaya Pamer Kebutuhan Pembangunan Hingga Triliunan

Minggu, 02 Maret 2025 | 14:06 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Usai Retret di Akmil Magelang, Wali Kota Surabaya Pamer Kebutuhan Pembangunan Hingga Triliunan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ajak masyarakat bersinergi membangun kota. Dengan anggaran terbatas, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan skala prioritas. Simak visi-misi pembangunan Surabaya 2025-2030. Foto iNEWSSURABAYA/ist

SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID - Setelah menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji mengawali hari pertama kerja dengan menggelar silaturahmi, doa bersama, dan santunan kepada 50 anak yatim piatu di Balai Kota Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat (ormas), serta para pengusaha.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Surabaya. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Hari ini, saya ingin menyelaraskan visi-misi pembangunan lima tahun ke depan dengan masyarakat. Kota ini tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya peran aktif warganya," ujar Eri.

Sebagai langkah awal, ia mengajak warga yang mampu untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu masyarakat kurang mampu. Ia berharap program berbagi ini bisa terus berlanjut dan menjadi gerakan yang melibatkan lebih banyak pihak.

Eri Cahyadi juga menyoroti keterbatasan anggaran Pemkot Surabaya yang mencapai Rp 12 triliun, sementara kebutuhan untuk berbagai program prioritas jauh lebih besar.

Berikut Kebutuhan Anggaran Pembangunan:

- Penanganan banjir membutuhkan anggaran sekitar Rp 9,3 triliun

- Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) mencapai Rp 2 triliun

- Bantuan kesehatan sekitar Rp 1,4 triliun

- Perbaikan rumah tidak layak huni membutuhkan sekitar Rp 286 miliar

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut