Halal Bi Halal Idul Fitri, Warisan Bung Karno yang Memperkokoh Persatuan Bangsa

Selain memperkuat hubungan antarindividu, Halal Bi Halal juga memainkan peran penting dalam merajut kembali hubungan sosial dan politik di Indonesia. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat negara, tokoh agama, hingga masyarakat umum, memanfaatkan tradisi ini sebagai ajang silaturahmi dan rekonsiliasi.
Di Surabaya, Halal Bi Halal selalu menjadi ajang penting yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. PDIP Surabaya pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Lebaran adalah momentum menyatukan kembali hati dan pikiran untuk kebaikan bersama. Jika dulu Bung Karno dan KH Wahab Chasbullah merancang Halal Bi Halal untuk merajut persatuan para pemimpin bangsa, maka hari ini kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat persatuan rakyat,” tutup Achmad Hidayat.
Dengan semangat Idul Fitri dan tradisi Halal Bi Halal, masyarakat Indonesia diharapkan semakin mempererat rasa persaudaraan serta menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. Melestarikan tradisi ini berarti melanjutkan warisan luhur yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa demi Indonesia yang lebih harmonis dan bersatu.
Editor : Arif Ardliyanto