Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tadabbur Alam Ramadan 1446 H: Merajut Keimanan, Menyatu dengan Alam di Bulan Penuh Berkah
Advertisement . Scroll to see content

Makna Kemenangan di Hari Lebaran 'Sebuah Renungan'

Rabu, 02 April 2025 | 08:54 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Makna Kemenangan di Hari Lebaran 'Sebuah Renungan'
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag.. Foto iNEWSSURABAYA/tangkap layar

Seharusnya, hasil dari latihan sebulan penuh di bulan Ramadan menjadi bekal dalam kehidupan nyata. Jika kita mampu menerapkan nilai-nilai yang telah dilatih selama puasa—seperti ketahanan diri, kedisiplinan, kesabaran, syukur, dan empati—maka kita bisa menjadi pribadi yang layak disebut sebagai "pemenang" sejati.

Namun, realitanya sering kali berbanding terbalik. Saat Lebaran tiba, banyak dari kita justru larut dalam euforia berlebihan. Perut yang selama sebulan ditempa untuk menahan lapar kini dijejali tanpa batas, seolah-olah tiada hari esok. Lebaran yang seharusnya menjadi momen introspeksi, malah menjadi ajang pamer kemewahan dan kesombongan. Di mana komitmen, pengendalian diri, dan kerendahan hati yang telah dilatih selama Ramadan?

Lebaran sering kali berubah menjadi panggung kepongahan, di mana takbir yang menggema di jalanan bukan lagi ekspresi syukur, melainkan simbol kebanggaan. Kemurnian hati yang seharusnya kita dapatkan dari Ramadan justru luntur dalam lautan syahwat dan hedonisme.

Lalu, masihkah kita layak menyebut diri sebagai "pemenang"?

Refleksi Akhir: Hakikat Kemenangan

Jika kemenangan hanya diukur dari keberhasilan menahan lapar dan haus selama sebulan tanpa perubahan sikap setelahnya, maka makna kemenangan itu perlu dikaji ulang. Pemenang sejati bukanlah mereka yang sekadar menyelesaikan "latihan", melainkan yang mampu menerapkan hasil latihan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mari bertanya pada diri sendiri: setelah Ramadan berlalu, apakah kita benar-benar menjadi pribadi yang lebih baik? Jika tidak, maka kemenangan yang kita klaim hanyalah fatamorgana.

Penulis:

Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. (Ahmad Inung)

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut