Emak-Emak di Surabaya Bikin Sepatu Lukis, Digemari Remaja dan Tembus Singapura
Kamis, 24 Maret 2022 | 11:18 WIB

Hantaman bertubi-tubi itu memaksa Nazwah menutup kios sepatunya di ITC. "Itu awal mula usaha sepatu lukis ini mengalami keterpurukan," ungkapnya.
Namun Dhani tidak mau menyerah dengan keadaan. Kini ia berusaha bangkit dan mengembalikan masa jayanya dengan melakukan berbagai upaya agar produk umkm itu kembali diidolakan remaja. Dia terus menggercarkan promosi menggunakan digital marketing, termasuk E-Peken.
"Masih belajar. Semoga segera berhasil," ujarnya.
Lambat laut-laun pemesanan dari luar kota bahkan luar pulau mulai berdatangan. "Dari E-Peken dapat omzet tujuh juta, kemarin ada 6 pesanan dari Jambangan," tandasnya.
Editor : Ali Masduki