Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Pemotor Bangkalan Terjatuh dan Tewas Terlindas Truk, Diduga Hilang Kendali Saat Menyalip
Advertisement . Scroll to see content

Mirip Kabupaten Pati, Kenaikan Pajak di Jombang Mengerikan, Warga Protes Bayar PBB Pakai Uang Koin

Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:22 WIB
  • author Zainul Arifin
Mirip Kabupaten Pati, Kenaikan Pajak di Jombang Mengerikan, Warga Protes Bayar PBB Pakai Uang Koin
Seorang warga, Joko Fattah Rokhim, menghebohkan publik setelah membayar pajak menggunakan uang koin yang ia kumpulkan dari tabungan anaknya. Foto iNewsSurabaya/zainul

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kembali mencuat, kali ini di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Seorang warga, Joko Fattah Rokhim, menghebohkan publik setelah membayar pajak menggunakan uang koin yang ia kumpulkan dari tabungan anaknya. 

Aksi ini bukan sekadar cara unik membayar, melainkan bentuk protes atas lonjakan pajak yang dinilainya memberatkan. Joko mengaku terkejut setelah tagihan PBB miliknya melonjak drastis. Dari sebelumnya sekitar Rp400 ribu per tahun, kini menjadi Rp1,35 juta. 

“Kalau kenaikan Rp300 ribu ke Rp500 ribu itu masih wajar. Tapi kalau sampai lebih dari Rp1 juta, jelas memberatkan. Saya minta bupati membenahi aturan ini,” tegas warga Jalan Kapten Pierre Tendean, Pulo Lor, Jombang, Selasa (12/8/2025).

Dengan tekad protesnya, Joko mendatangi Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang sambil membawa galon berisi uang koin. Setelah dihitung petugas, jumlahnya mencapai Rp1,3 juta dan langsung dibayarkan untuk melunasi PBB. Ia mengatakan uang tersebut merupakan hasil tabungan anaknya sejak SMP hingga kuliah semester dua.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Bapenda Jombang, Hartono, membenarkan adanya kenaikan signifikan di sejumlah objek pajak. Ia menjelaskan, lonjakan ini disebabkan pembaruan data pajak yang sudah lama tidak dilakukan. 

“Pembaharuan data terakhir dilakukan 2024. Saat data diperbarui, banyak nilai objek pajak yang ternyata sudah tidak sesuai sehingga nilainya melonjak,” ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut