Produksi Cengkeh Tembus 363 Ton per Tahun, Jombang Jadi Magnet Studi Tiru Daerah Lain
JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Kabupaten Jombang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan budidaya cengkeh di Indonesia. Keberhasilan mengembangkan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi tersebut membuat sejumlah daerah mulai melirik Jombang sebagai referensi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.
Terbaru, Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang untuk mempelajari secara langsung tata kelola budidaya cengkeh yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Rombongan Pemkot Prabumulih yang dipimpin Wali Kota Arlan diterima langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin. Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan sektor perkebunan.
Menurut Wakil Bupati Jombang Salmanudin, cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan yang berkembang pesat di wilayah lereng Gunung Anjasmoro, terutama di Kecamatan Wonosalam dan Bareng.
“Luas tanam cengkeh di Kabupaten Jombang saat ini mencapai sekitar 660,5 hektare dengan produksi cengkeh kering sekitar 363 ton per tahun. Cengkeh Wonosalam memiliki aroma khas yang sangat diminati industri rokok kretek,” ujar Salmanudin.
Keunggulan tersebut menjadikan cengkeh sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan Jombang. Selain digunakan sebagai bahan baku industri rokok, komoditas ini juga memiliki nilai tambah yang terus berkembang di berbagai sektor.
Editor : Arif Ardliyanto