Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Konten, Mahasiswa Ini Bongkar Strategi Branding Digital Berkonsep Old Money
Advertisement . Scroll to see content

Tak Cukup Andalkan Nilai dan Ijazah, Siswa SMK di Bangkalan Dibekali Cara Bangun Personal Branding

Senin, 27 Juli 2026 | 09:29 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Tak Cukup Andalkan Nilai dan Ijazah, Siswa SMK di Bangkalan Dibekali Cara Bangun Personal Branding
UTM Madura membekali siswa SMK Kholiliyah Bangkalan dengan personal branding, public speaking, dan pembuatan CV digital agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

BANGKALAN, iNewsSurabaya.id – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan teknis. Keahlian berkomunikasi, mengenali potensi diri, membangun personal branding, hingga mengelola jejak digital kini menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan di era digital.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di SMK Kholiliyah Bangkalan.

Mengusung tema "Pendampingan Implementasi Manajemen Karier Digital Berbasis Psikologi Komunikasi", kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer sekolah itu mendapat sambutan antusias dari para siswa. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan nonteknis (soft skills) yang kini menjadi salah satu syarat penting di dunia kerja.

Dalam pendampingan tersebut, siswa diajak memahami bahwa membangun karier bukan hanya dimulai saat mengirim lamaran pekerjaan. Langkah pertama justru dimulai dari kemampuan mengenali karakter, potensi, minat, serta kelebihan yang dimiliki.

Materi pertama bertajuk "Knowing Yourself Better (Self Identification)" membantu siswa memetakan kekuatan diri sebagai bekal menentukan pilihan karier yang sesuai. Tim pendamping menilai masih banyak siswa yang memiliki kemampuan, namun belum mampu mengenali potensi tersebut sehingga kesulitan menentukan arah pengembangan kompetensi.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi "Managing Gap Competency" yang menitikberatkan pada pengembangan kemampuan komunikasi, khususnya public speaking dan personal branding.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut