Tak Cukup Andalkan Nilai dan Ijazah, Siswa SMK di Bangkalan Dibekali Cara Bangun Personal Branding
BANGKALAN, iNewsSurabaya.id – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan teknis. Keahlian berkomunikasi, mengenali potensi diri, membangun personal branding, hingga mengelola jejak digital kini menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan di era digital.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di SMK Kholiliyah Bangkalan.
Mengusung tema "Pendampingan Implementasi Manajemen Karier Digital Berbasis Psikologi Komunikasi", kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer sekolah itu mendapat sambutan antusias dari para siswa. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan nonteknis (soft skills) yang kini menjadi salah satu syarat penting di dunia kerja.
Dalam pendampingan tersebut, siswa diajak memahami bahwa membangun karier bukan hanya dimulai saat mengirim lamaran pekerjaan. Langkah pertama justru dimulai dari kemampuan mengenali karakter, potensi, minat, serta kelebihan yang dimiliki.
Materi pertama bertajuk "Knowing Yourself Better (Self Identification)" membantu siswa memetakan kekuatan diri sebagai bekal menentukan pilihan karier yang sesuai. Tim pendamping menilai masih banyak siswa yang memiliki kemampuan, namun belum mampu mengenali potensi tersebut sehingga kesulitan menentukan arah pengembangan kompetensi.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi "Managing Gap Competency" yang menitikberatkan pada pengembangan kemampuan komunikasi, khususnya public speaking dan personal branding.
Tim pendamping menjelaskan bahwa kemampuan teknis yang dipelajari di sekolah perlu didukung dengan rasa percaya diri, kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif, serta membangun citra profesional di hadapan calon pemberi kerja.
Tak hanya itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jejak digital. Di era modern, aktivitas seseorang di media sosial maupun platform digital dapat menjadi bagian dari penilaian perusahaan saat proses rekrutmen.
Pada sesi praktik, para siswa diajak membuat Curriculum Vitae (CV) digital menggunakan platform Canva. Mereka mempelajari cara menyusun CV yang menarik, profesional, dan mudah dipahami oleh perekrut.
Mulai dari penyusunan data diri, pengalaman, keterampilan, hingga desain visual yang efektif dijelaskan secara langsung agar siswa memiliki bekal saat memasuki dunia kerja.
Agar suasana pembelajaran lebih interaktif, setiap sesi dipadukan dengan permainan edukatif, salah satunya gambar berantai. Permainan tersebut melatih kerja sama tim sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi yang jelas dalam menyampaikan pesan.
"Senang sekali rasanya bisa bermain permainan ini. Permainan ini mengasah kekompakan tim sekaligus melatih komunikasi yang efektif," ujar Fatan, salah satu peserta kegiatan.
Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak memahami bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga memastikan pesan dapat diterima dan dipahami dengan benar. Kesalahan komunikasi dapat memicu perbedaan persepsi, termasuk di lingkungan kerja.
Program ini dipimpin Ketua Tim Pengabdian Vidya Nindhita bersama Rio Kurniawan dan Wasis Purwo W dari unsur dosen, serta Yesi Maulidia dan Eliza Kurnia D.W dari unsur mahasiswa.
Kolaborasi tersebut dilakukan mulai dari penyusunan materi, koordinasi dengan pihak sekolah, hingga pendampingan langsung selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat di bawah pembinaan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan pendanaan Tahun Anggaran 2026.
Melalui program ini, UTM berharap siswa SMK Kholiliyah Bangkalan semakin siap menghadapi dunia kerja dengan bekal yang lebih lengkap. Tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan mengenali potensi diri, membangun komunikasi yang efektif, menciptakan citra profesional, serta mengelola jejak digital secara bijak.
Dengan kombinasi hard skills dan soft skills tersebut, lulusan SMK diharapkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi di masa depan.
Editor: Arif Ardliyanto