Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Truk Kontainer Hantam Lima Motor di Pandaan, Empat Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

KM Virgo Transport 8 Dinilai Masih Layak, Muatan dan Stabilitas Harus Diusut

Rabu, 16 September 2026 | 11:48 WIB
  • author Lukman Hakim
KM Virgo Transport 8 Dinilai Masih Layak, Muatan dan Stabilitas Harus Diusut
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Foto : istimewa).

​SURABAYA, iNews Surabaya.id - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menepis anggapan bahwa usia armada menjadi penyebab utama kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Menurutnya, anggapan bahwa kecelakaan terjadi karena kapal sudah berusia tua tidak tepat jika dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

BHS menjelaskan, di sejumlah negara masih terdapat kapal berusia puluhan hingga lebih dari 100 tahun yang tetap beroperasi. Di Swedia, misalnya, terdapat M/S Enköping yang dibangun pada 1868 dan kini berusia sekitar 158 tahun. Kapal tersebut disebut sebagai kapal penumpang tertua di dunia yang masih beroperasi.

Di Denmark, terdapat S/S Hjejlen yang dibangun pada 1861. Kapal uap tersebut disebut sebagai kapal uap tertua di Denmark dan paddle steamer berbahan bakar batu bara tertua di dunia yang masih beroperasi dengan mesin aslinya. Pada 2026, usianya mencapai sekitar 165 tahun.

Sementara di Kanada terdapat RMS Segwun yang dibangun pada 1887 dan tercatat sebagai kapal uap tertua yang masih beroperasi di Amerika Utara. Di Hong Kong, sejumlah kapal ferry juga memiliki usia puluhan tahun, dengan beberapa armada dibuat pada 1950–1960-an. Sementara di Italia terdapat kapal yang disebut dirancang pada 1513 oleh Maestro Leonardo Da Vinci dan bernama Ferry Leonardo.

Menurut BHS, usia kapal secara teknis tidak menjadi satu-satunya ukuran kelayakan. Kapal secara berkala menjalani pembaruan Kelas saat pengedokan dan penggantian komponen yang mengalami keausan.

“Kapal ini KM Virgo Transport 8 masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Bahkan, kata dia, plat dari kapal jepang semua menggunakan plat high tensile. Yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik ( strength ) yang sangat kuat. Seperti hal nya kapal kapal dari negara negara maju Eropa. 

“Makanya, kapal kapal ex Jepang yang ada di Indonesia, walaupun berusia tua kondisinya masih bagus dan mempunyai kelayakan kapal sesuai dengan standarisasi Kelas dan Perhubungan Laut Indonesia,” ujarnya.

BHS menambahkan, sertifikasi kapal di Indonesia dilakukan secara berlapis. Menurut dia, kondisi sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia maupun Ditkapel Perhubungan Laut. Baik dari sisi konstruksi kapal, permesinan, peralatan keselamatan maupun kru kapal, masih layak.

Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut kemudian menyoroti persoalan muatan. Menurutnya, kondisi kapal yang mengalami kemiringan perlu dianalisis, khususnya ketika kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang besar.

“Dan ini saya serahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Pegawai Negeri Sipil untuk menyelidiki muatan yang diangkut oleh kapal tersebut. Apakah kapal tersebut masih mempunyai kemampuan untuk mengangkut muatan tersebut,” kata BHS.

Dari sisi jumlah penumpang, BHS menyebut jumlah yang diangkut masih berada jauh di bawah kapasitas maksimum kapal. “Kalau dari sisi penumpang yang hanya 243 orang masih jauh dari kapasitas maksimum, dimana batasan kapasitas maksimum nya sebesar 570 orang,” imbuhnya.

Namun, menurut Ketua Dewan Pembina MTI Pusat tersebut, persoalan stabilitas menjadi penting ketika kapal menghadapi gelombang besar. Karena itu, berat dan penempatan muatan menjadi salah satu aspek yang perlu diperiksa dalam investigasi.

BHS juga menyoroti informasi mengenai muatan truk yang dinilai cenderung sangat berat. Ia menyebut jembatan timbang milik Pelindo yang sebelumnya berkapasitas 60 ton mengalami kerusakan hingga kemudian kapasitasnya dinaikkan menjadi 100 ton.

“Ini sangat membahayakan kondisi daripada kapal baik daya apung kapal yang terbatas sesuai dengan perhitungan maupun kekuatan konstruksi yang rata rata setiap exceload tidak lebih dari 15 ton,” terangnya. 

Sehingga, lanjutnya, kapal bisa kehilangan daya apung dan kerusakan konstruksi akibat muatan berat dari truk. Dan bahkan bila muatan berat ini diletakkan di dek kendaraan atas. Hal ini bisa menimbulkan kondisi Un Stability atau stabilitas negatif yang bisa mengakibatkan kapal terbalik dalam waktu cepat, apalagi pada saat ombak sedang tinggi. 

“Semua kondisi diatas yang harus mengetahui kemampuan daripada kapal adalah nahkoda. Jadi data kemampuan kapal baik daya apung maupun stabilitas harus disesuaikan dengan kondisi muatan yang akan naik kapal,” kata BHS.

BHS menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Mulai dari regulator, operator, fasilitator kepelabuhanan, konsumen, hingga tim penyelamat.

Menurut BHS, Kementerian Perhubungan memegang peran penting sebagai regulator karena membuat regulasi sekaligus melakukan pengawasan. Regulasi keselamatan pelayaran di Indonesia juga mengacu pada aturan internasional SOLAS (Safety Of Life At Sea), dengan pengawasan yang turut melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia.

Operator, lanjut BHS, memiliki tanggung jawab menjalankan standar keselamatan dan kenyamanan sesuai aturan. Sementara fasilitator kepelabuhanan harus memastikan kawasan terminal tetap steril, termasuk melakukan pengawasan terhadap penumpang, kendaraan, barang berbahaya, dan muatan berlebih.

“Jadi muatan kendaraan logistik yang berlebih harus menjadi perhatian dari regulator, operator, dan fasilitator,” tandasnya.

BHS juga menekankan pentingnya penerapan ISPS Code untuk menjaga keamanan dan sterilisasi kawasan pelabuhan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar tidak terjadi perbedaan manifest akibat masuknya penumpang yang tidak tercatat melalui terminal.

Ia juga mendorong penggunaan alat kontrol X-Ray untuk penumpang dan kendaraan serta edukasi mengenai barang-barang berbahaya kepada konsumen.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut