Pasar Indonesia Bergairah, Investor Asing Rame-Rame Incar Saham Perusahaan Lokal
Tak hanya itu, isu masuknya investor dari Jepang juga makin memperkuat spekulasi. Bagi investor Negeri Sakura, harga DADA dianggap sangat murah. Sebagai perbandingan, saham di Bursa Tokyo banyak yang diperdagangkan di kisaran Rp347 ribu hingga Rp471 ribu per lembar, jauh di atas harga saham DADA yang baru Rp25–Rp28.
“Pasar Indonesia sangat terbuka untuk asing. Dengan harga saat ini, DADA terlihat punya potensi luar biasa,” ujar pakar saham Rendy Yefta.
Prediksi Harga Bisa Sentuh Rp14.000
Seorang sumber internal menyebutkan, target harga pasca backdoor listing bisa menembus Rp14 ribu per lembar. Bahkan di level tersebut, saham ini masih dianggap murah oleh investor global.
“Seperti tanah seharga Rp25 juta yang tiba-tiba dibeli developer kelas dunia. Setelah dibangun mall megah di atasnya, jelas nilainya berlipat ganda.” ujar Rendy.
Fenomena ini semakin nyata dengan lonjakan order beli berjuta-juta lot serta transaksi negosiasi di harga tinggi. Para analis menilai sinyal ini menunjukkan DADA sedang bersiap naik kelas.
“Pasar tidak pernah bohong. Permintaan yang lebih tinggi daripada penawaran adalah tanda kuat. Investor lokal mungkin melihat DADA sebagai saham receh, tapi bagi asing bermodal besar, ini diskon besar-besaran,” tambah Rendy.
Meski dihujani spekulasi, manajemen DADA menegaskan tetap fokus pada tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Perseroan menyambut positif peluang masuknya investor asing, karena sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan kombinasi rumor investor global, valuasi murah, dan prospek backdoor listing, saham DADA kini dianggap sebagai kesempatan langka bagi investor yang ingin berada di awal sebuah transformasi besar di pasar modal Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto