Inovasi Dosen Kampus Asal Surabaya di Gresik, Olah Limbah Styrofoam Jadi Produk Bernilai Ekonomi
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Upaya menciptakan lingkungan bersih sekaligus mendorong ekonomi lokal terus digencarkan. Salah satunya dilakukan Universitas Wijaya Putra (UWP) yang melakukan inovasi dengan mengubah limbah styrofoam menjadi Produk Bernilai Ekonomi.
Inovasi ini diwujudkan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sentuhan dosen membuat masyarakat Gresik menjadi senang.
Program ini dilaksanakan di UD Tiga Putra, tim dosen UWP memberikan pelatihan terpadu kepada pelaku usaha kecil. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengolahan limbah styrofoam menggunakan mesin Teknologi Tepat Guna (TTG), tetapi juga membekali peserta dengan berbagai keterampilan penunjang usaha.
“Limbah styrofoam berpotensi mencemari lingkungan jika tidak ditangani. Dengan teknologi ini, kami ajarkan cara mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” jelas Gatot Setyono, ST., MT., dosen UWP yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari penerapan keselamatan kerja. Pendampingan lain meliputi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha memiliki legalitas resmi, sekaligus membuka akses kerja sama dan permodalan.
Tak berhenti di situ, tim dosen juga memperkenalkan pencatatan keuangan sederhana. Menurut Dr. Rodhiyah, SE., MM., kebanyakan UMKM memiliki potensi besar namun terkendala perkembangan karena minim administrasi keuangan.
“Dengan pencatatan yang rapi, pelaku usaha bisa memantau keuntungan, mengatur arus kas, dan lebih dipercaya ketika mencari mitra atau mengajukan pinjaman,” ungkapnya.
Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Miftahul Ulum, ST., MT., menegaskan pentingnya APAR bagi pelaku usaha kecil. “Kesadaran akan K3 sering diabaikan. Padahal, pemahaman yang baik dapat mencegah kerugian besar akibat kebakaran,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UD Tiga Putra diharapkan berkembang menjadi UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan solusi nyata untuk lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.
Editor : Arif Ardliyanto