get app
inews
Aa Text
Read Next : Detik-detik Mencekam Kecelakaan Bus Pariwisata di Gunung Bromo Jalan Raya Sukapura, 6 Nyawa Melayang

Tidak Ada Jejak Rem, Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus Wisata Bromo Terungkap, Kecepatan Hingga 80 Km

Selasa, 16 September 2025 | 15:58 WIB
header img
Hasil pemeriksaan awal Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Timur menunjukkan, tidak ada tanda-tanda pengereman di lokasi kejadian. Fakta ini memperkuat dugaan adanya masalah teknis pada kendaraan. Foto iNewsSurabaya/lukman

Berdasarkan analisis awal TAA, kecepatan bus diperkirakan antara 64 hingga 80 kilometer per jam sebelum kecelakaan terjadi. Polisi tidak menemukan adanya jejak pengereman di lokasi kejadian, yang menjadi indikator kuat kendaraan kehilangan kendali.

Menariknya, saat pemeriksaan, transmisi bus diketahui masih berada di gigi 3. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait fungsi rem maupun sistem transmisi kendaraan.

Secara administratif, bus pariwisata tersebut dinyatakan layak jalan. Surat uji kir, dokumen kendaraan, hingga kelengkapan administrasi sopir semuanya lengkap. Hasil pemeriksaan juga memastikan sopir dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh obat-obatan.

“Perawatan bus sesuai ramp check sudah dinyatakan aman. Namun, kami masih menunggu pemeriksaan teknis dari pihak pabrikan Hino untuk memastikan apakah sistem pengereman berfungsi normal atau ada kerusakan,” jelas Iwan.

Polda Jatim bersama tim TAA Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami kasus ini. Dugaan rem blong belum bisa dipastikan sebelum ada hasil pemeriksaan teknisi pabrikan.

“Potensi penetapan tersangka baru bisa ditentukan setelah seluruh hasil olah TKP dan keterangan ahli selesai. Hingga saat ini, kami sudah memeriksa sembilan saksi dari penumpang maupun warga sekitar lokasi kejadian,” tegas Iwan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut