Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Surabaya Siapkan Sistem Air Limbah Modern, Septic Tank hingga Sungai Jadi Lokasi Pengelolaan Canggih
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Henti Jantung, Dokter Ingatkan Perbedaan dengan Serangan Jantung dan Cara Menanganinya!

Senin, 29 September 2025 | 09:27 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Waspada Henti Jantung, Dokter Ingatkan Perbedaan dengan Serangan Jantung dan Cara Menanganinya!
Dokter Spesialis Jantung RS Premier Surabaya, dr. Christian Pramudita, Sp.JP, menjelaskan bahwa salah satu kondisi paling berbahaya adalah henti jantung. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kesehatan jantung menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kualitas hidup. Peringatan Hari Jantung Sedunia 29 September diperingati sebagai momentum penting untuk mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap organ vital ini.

Dokter Spesialis Jantung RS Premier Surabaya, dr. Christian Pramudita, Sp.JP, menjelaskan bahwa salah satu kondisi paling berbahaya adalah henti jantung. Kondisi darurat medis ini terjadi ketika jantung berhenti berdetak, sehingga darah tidak lagi mengalir ke seluruh tubuh.

“Seringkali orang salah mengartikan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, keduanya berbeda. Serangan jantung terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah koroner, sementara henti jantung adalah berhentinya fungsi pompa jantung. Serangan jantung memang bisa memicu henti jantung, tapi bukan berarti sama,” jelas dr. Christian.

Dr. Christian menyebut ada tiga tanda penting yang perlu dikenali masyarakat agar dapat segera mengambil tindakan penyelamatan:

1. Tidak sadar – korban tidak merespons meski dipanggil atau diguncang keras.

2. Tidak bernapas – tidak ada gerakan dada maupun hembusan napas.

3. Tidak ada denyut nadi – nadi tidak teraba di leher (karotis) atau pergelangan tangan.

Jika gejala ini terlihat, korban dikategorikan mengalami henti jantung.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut