get app
inews
Aa Text
Read Next : Wagub Emil Kawal Penyelesaian Tanah EV dengan Mekanisme Analisa Hukum

Dana Dipangkas Rp730 Miliar, Pemkot Surabaya Pusing Cari Alternatif Pembiayaan

Rabu, 01 Oktober 2025 | 04:51 WIB
header img
Pemkot Surabaya Kehilangan Rp730 Miliar Dana Transfer, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Strategi Atasi Defisit Anggaran. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadapi tantangan besar setelah dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk tahun 2026 dipangkas hingga Rp730 miliar. Kondisi ini memaksa jajaran pemkot memutar otak agar program pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihaknya tengah menyiapkan berbagai inovasi pembiayaan. Salah satunya adalah skema pembiayaan jangka panjang yang dinilai lebih efisien ketimbang pembangunan bertahap.

“Jika proyek dikerjakan di 2026, biayanya akan lebih hemat hingga Rp50 miliar dibanding dicicil sampai 2029. Selain efisien, langkah ini juga mendorong kenaikan NJOP di kawasan-kawasan strategis,” jelas Eri, Senin (30/9/2025).

Eri menyebut, pembangunan jalan di wilayah Wiyung, Gunungsari, dan Banyu Urip akan meningkatkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara signifikan. Prediksi pemkot, pada 2028 akan ada tambahan pendapatan daerah hingga Rp500 miliar dari kenaikan NJOP di kawasan tersebut.

Selain efisiensi anggaran, Pemkot juga mengoptimalkan aset daerah. Skema penyewaan sebagian aset akan digalakkan agar menjadi sumber pemasukan baru. “Aset harus dibagi, ada yang untuk kepentingan masyarakat, ada pula yang bisa disewakan untuk menambah pendapatan,” tegas Eri.

Meski persentase opsen pajak dinaikkan hingga 66 persen, menurut Eri, realisasi penerimaan belum sesuai harapan. “Kalau dihitung detail, hanya sekitar 35 persen yang bisa masuk kas daerah. Tambahannya pun hanya sekitar Rp200 miliar,” ungkapnya.

Dengan hitungan tersebut, Pemkot memperkirakan total pengurangan pendapatan daerah pada 2026 bisa mencapai Rp1 triliun.

Meski defisit mengancam, Pemkot Surabaya memastikan sektor pendidikan tidak akan terdampak. Program Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya tetap dilanjutkan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan pra-miskin.

Eri menegaskan, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan jaminan pendidikan bagi minimal satu anak. Untuk siswa SMA, pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan Rp3,5 juta per tahun. Sedangkan siswa kuliah akan dibiayai penuh hingga lulus.

“Harapannya, anak-anak Surabaya tetap bisa sekolah tanpa terbebani biaya tambahan, termasuk jika mereka menempuh pendidikan di sekolah swasta,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut