Jawa Timur Pecahkan Rekor MURI Lewat 1.580 Buku Karya Insan Pendidikan, Jadi Kado Spesial HUT ke-80
Selama 2024–2025, insan pendidikan di Jawa Timur telah menulis lebih dari 9.300 judul buku, dan 1.580 di antaranya berhasil dipublikasikan serta diakui oleh MURI.
Buku-buku tersebut tak hanya memperkaya khazanah literasi daerah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan rujukan pembelajaran di masa depan.
Khofifah menilai, karya tulis para guru dan siswa menjadi bukti nyata kemampuan mereka beradaptasi di tengah arus digitalisasi dan globalisasi pendidikan.
“Literasi hari ini tidak cukup hanya membaca dan menulis, tetapi juga menciptakan pengetahuan baru. Itulah wujud kecerdasan abad ke-21,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh sekolah di Jawa Timur untuk terus menumbuhkan budaya menulis dan membaca di lingkungan pendidikan.
“Setiap sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya melahirkan murid cerdas, tapi juga insan yang produktif dan inovatif,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas dukungan penuh terhadap kegiatan literasi ini.
Kegiatan pameran dan bedah buku yang berlangsung pada 3–5 Oktober 2025 menampilkan berbagai karya terbaik dari guru, kepala sekolah, pengawas, tenaga kependidikan, hingga siswa di seluruh Jawa Timur.
Selain penyerahan piagam Rekor MURI “Peluncuran Buku Terbanyak Karya Insan Pendidikan se-Jawa Timur”, acara ini juga diisi dengan pemberian: Penghargaan karya buku terbanyak dan terbaik kepada 24 peserta terbaik dari berbagai kategori, Bantuan 100 buku fiksi dan nonfiksi untuk 24 Cabang Dinas Pendidikan, Serta bantuan biaya pendidikan bagi 10 siswa afirmasi berprestasi.
Dengan keberhasilan ini, Jawa Timur tidak hanya mencatat rekor, tetapi juga mewariskan semangat literasi sebagai kekuatan bangsa. Ribuan karya buku yang lahir dari ruang kelas menjadi saksi bahwa pendidikan tak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menyalakan api pengetahuan yang akan terus menyala dari generasi ke generasi.
Editor : Arif Ardliyanto