get app
inews
Aa Text
Read Next : 34 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Teridentifikasi

Pembersihan Puing Reruntuhan di Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, 61 Korban Ditemukan

Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:08 WIB
header img
Bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk.

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Proses pembersihan puing reruntuhan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, telah rampung pada Selasa (7/10/2025) dini hari. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan tim gabungan di bawah koordinasi Basarnas pun resmi dinyatakan selesai.

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan, mengatakan seluruh alat berat yang sebelumnya digunakan untuk evakuasi sudah berhenti beroperasi sejak pagi. Petugas SAR memastikan tidak ada lagi korban yang ditemukan di lokasi kejadian. “Alhamdulillah sekarang sudah rata dan ditemukan 61 korban jiwa,” ujar Budi, Selasa (7/10/2025).

Dari total korban yang ditemukan, terdapat tujuh potongan bagian tubuh (body part) yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim). Dua korban lainnya masih berstatus dalam pencarian berdasarkan data posko darurat.

“Masih ada dua dari data kami yang belum ditemukan, tetapi ada tujuh potongan tubuh yang sudah didapat. Kita tunggu hasil DVI untuk memastikan apakah potongan tersebut bagian dari dua korban itu,” jelasnya.

Secara keseluruhan, jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat sebanyak 165 jiwa, terdiri atas 61 meninggal dunia dan 104 selamat. Dari korban selamat, empat masih menjalani perawatan, 99 sudah kembali ke rumah, dan satu tidak memerlukan perawatan medis.

Dengan berakhirnya operasi SAR, penanganan bencana kini beralih ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Tanggung jawab utama akan dilanjutkan oleh BPBD Provinsi Jatim, dengan pendampingan dari BNPB.

Dalam masa transisi, beberapa langkah lanjutan yang dilakukan antara lain melanjutkan proses identifikasi korban, menyiapkan fasilitas sementara bagi keluarga korban di tenda pengungsian RS Bhayangkara Surabaya, serta memberikan dukungan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial.

Selain itu, lokasi kejadian akan disterilkan dari sisa temuan jenazah dan material berbahaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bersama Pusat Krisis Kesehatan telah dijadwalkan melakukan desinfeksi dan pembersihan lingkungan mulai hari ini.

“Tim juga akan meninjau lokasi pembuangan puing untuk memastikan tidak ada bagian tubuh korban yang ikut terbawa oleh truk pengangkut,” tandas Budi. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut