get app
inews
Aa Text
Read Next : SMAN 2 Surabaya Hadirkan Musisi Viral Gen Z di Pentas Seni DafCrescendo

Naik 10,69 Persen, Produksi Padi Jatim di 2025 Diprediksi Capai 10,53 Juta Ton GKG

Sabtu, 08 November 2025 | 09:13 WIB
header img
Petani padi. (Foto ilustrasi/ist).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Produksi padi di Jawa Timur (Jatim) sepanjang Januari–September 2025 diperkirakan sebanyak 8,82 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah ini naik 0,85 juta ton GKG (10,69 persen) dibanding Januari–September 2024 yang sebanyak 7,97 juta ton GKG.

Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2025, potensi produksi padi sepanjang Oktober–Desember 2025 sebanyak 1,71 juta ton GKG. Dengan demikian, total produksi padi pada 2025 diperkirakan sebanyak 10,53 juta ton GKG. Jumlah ini naik 1,26 juta ton GKG (13,60 persen) dibandingkan 2024 yang sebanyak 9,27 juta ton GKG.

Terdapat tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025. Antara lain, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Ngawi. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) terendah yaitu Kota Mojokerto, Kota Batu, dan Kota Kediri.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Zulkipli mengatakan, kenaikan produksi padi yang cukup besar pada 2025 terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Jombang. "Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami penurunan produksi padi, misalnya Kabupaten Sidoarjo, Kota Kediri, dan Kabupaten Pasuruan," ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Sementara itu, produksi padi di Jatim sepanjang Januari–September 2025 diperkirakan sebanyak 10,60 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Jumlah ini naik 1,02 juta ton GKP (10,69 persen) dibandingkan Januari–September 2024 yang sebanyak 9,58 juta ton GKP. Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2025, potensi produksi padi sepanjang Oktober–Desember 2025 sebanyak 2,06 juta ton GKP.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari–September 2025 diperkirakan setara dengan 5,09 juta ton beras, atau mengalami kenaikan sebanyak 0,49 juta ton beras (10,69 persen) dibandingkan Januari–September 2024 yang sebanyak 4,60 juta ton beras.

Disisi lain, kata Zulkipli, potensi produksi beras sepanjang Oktober–Desember 2025 ialah sebanyak 0,99 juta ton beras. Dengan demikian, total produksi beras sementara pada 2025 diperkirakan sekitar 6,08 juta ton beras. Jumlah ini naik 0,73 juta ton beras (13,60 persen) dibandingkan produksi beras pada 2024 yang sebanyak 5,35 juta ton beras.

Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi di bulan Maret, yaitu sebanyak 1,18 juta ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebanyak 0,22 juta ton. "Kondisi ini mirip dengan tahun 2023, di mana produksi beras tertinggi terjadi di bulan Maret dan produksi beras terendah terjadi pada bulan Januari," ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei KSA, puncak panen padi pada 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen mencapai 0,36 juta hektare,  atau naik 0,13 juta hektare dibanding Maret 2024. Namun demikian, panen padi pada April 2025 juga masih cukup tinggi, yaitu 0,31 juta hektare.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut