Profesi Teknisi Gigi Langka Tapi Menjanjikan, Peluang Karier Terbuka Lebar di Indonesia
Proses kerjanya bersifat kolaboratif. Dokter gigi akan memberikan spesifikasi detail kepada teknisi gigi, mulai dari bentuk, warna, hingga ukuran gigi tiruan yang dibutuhkan. Setelah protesa selesai dibuat, teknisi menyerahkannya kepada dokter gigi untuk dipasang ke pasien.
Hubungan kerja ini menunjukkan bahwa perawatan gigi yang berkualitas lahir dari kerja sama tim medis, bukan hanya hasil kerja dokter gigi semata.
Untuk menjadi teknisi gigi, seseorang harus menempuh pendidikan formal setingkat Diploma III (D3) atau Diploma IV (D4) Teknologi Kesehatan Gigi. Beberapa perguruan tinggi dan politeknik di Indonesia menyediakan program ini, salah satunya Universitas Airlangga dengan program D4 di Fakultas Vokasi.
Perbedaan D3 dan D4 terletak pada kedalaman materi dan prospek karier. Program D4 menawarkan pembelajaran yang lebih kompleks, ditujukan untuk mendukung praktik dokter gigi spesialis. Lulusan D4 juga memiliki kesempatan melanjutkan studi ke jenjang S2 di program spesialis kedokteran gigi tertentu.
Editor : Arif Ardliyanto