get app
inews
Aa Text
Read Next : Kerja di Balik Layar, Teknisi Gigi Ternyata Penentu Senyum Sempurna Pasien

Profesi Teknisi Gigi Langka Tapi Menjanjikan, Peluang Karier Terbuka Lebar di Indonesia

Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:51 WIB
header img
Tugas teknisi gigi mencakup pembuatan gigi tiruan lepasan maupun permanen, prostesis wajah seperti mata buatan, hingga alat ortodonti untuk merapikan gigi. Foto: Ayni

Profesi ini berada di bawah regulasi Kementerian Kesehatan RI, sehingga lulusan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) untuk praktik. Hal ini memastikan bahwa setiap teknisi gigi yang bekerja telah memenuhi standar kompetensi nasional.

Salah satu tantangan terbesar dalam profesi ini adalah minimnya jumlah tenaga teknisi gigi, sementara kebutuhan akan protesa terus meningkat setiap tahun. Rasio teknisi gigi di Indonesia masih jauh dari ideal dibandingkan dengan negara-negara maju.

Perkembangan teknologi digital dentistry juga menuntut teknisi gigi untuk terus belajar agar tidak tertinggal. Teknologi seperti 3D printing untuk gigi tiruan dan CAD/CAM (Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing) kini mulai diterapkan di laboratorium modern.

Teknisi gigi masa kini tidak hanya harus menguasai teknik manual tradisional, tetapi juga harus familiar dengan perangkat lunak desain dan mesin-mesin digital. Adaptasi terhadap teknologi baru menjadi kunci bertahan dalam profesi ini.

Selain itu, profesi ini masih kurang dikenal masyarakat luas. Banyak orang yang baru tahu keberadaan teknisi gigi ketika mereka atau keluarganya membutuhkan gigi tiruan. Minimnya eksposur membuat profesi ini kurang diminati generasi muda, padahal prospeknya menjanjikan.

Meski tantangannya besar, profesi teknisi gigi menawarkan peluang karier yang sangat luas. Lulusan dapat bekerja di laboratorium dental swasta, klinik gigi, rumah sakit pemerintah maupun swasta, hingga perusahaan yang bergerak di bidang alat dan bahan kedokteran gigi.

Tidak sedikit pula teknisi gigi yang membuka usaha mandiri dengan mendirikan laboratorium dental pribadi. Dengan modal keterampilan dan jaringan dokter gigi yang luas, bisnis ini bisa sangat menguntungkan. Investasi awal untuk peralatan memang cukup besar, namun return-nya sepadan dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Sejalan dengan perkembangan teknologi kesehatan gigi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya estetika gigi, kebutuhan akan teknisi gigi diprediksi terus meningkat di masa depan. Tren dental tourism di Indonesia juga membuka peluang bagi teknisi gigi untuk bekerja di klinik-klinik internasional.

Dengan minimnya tenaga teknisi gigi di Indonesia, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang profesi ini. Edukasi sejak dini tentang berbagai profesi kesehatan, termasuk teknisi gigi, dapat membantu menarik minat generasi muda.

Pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan lebih besar, baik dari segi regulasi, pelatihan, maupun insentif bagi tenaga teknisi gigi untuk terus berkembang dan berinovasi. Standardisasi kompetensi dan sertifikasi internasional juga perlu diperkuat agar teknisi gigi Indonesia bisa bersaing di pasar global.

Dengan peran pentingnya dalam dunia kesehatan gigi, teknisi gigi layak mendapat perhatian lebih dan pengakuan yang setara dengan profesi kesehatan lainnya. Tanpa mereka, layanan gigi tiruan berkualitas tidak akan pernah sampai ke tangan pasien.

Penulis

Ayni Refah ( Mahasiswa Teknologi Kesehatan Gigi Unair )

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut