get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertemuan 4 Jam Gus Yahya–Rais Aam PBNU, Ini Deretan Kesepakatan yang Berhasil Dicapai Bersama

Rapat Kiai Sepuh di Tebuireng, Prof Nuh Tegaskan Pemberhentian Gus Yahya Bersifat Final

Minggu, 07 Desember 2025 | 06:18 WIB
header img
Prof Mohammad Nuh memastikan keputusan Rais Aam memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU bersifat final dalam pertemuan kiai sepuh di Tebuireng. Rapat pleno pada 9 Desember akan menentukan PJ baru PBNU. Foto iNewsSurabaya/Zainul

JOMBANG, iNewsSurabaya id – Suasana di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12/2025) siang, dipenuhi keteduhan para kiai sepuh yang berkumpul untuk membahas dinamika terbaru di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam pertemuan yang diinisiasi dr Umar Wahid cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa keputusan Rais Aam memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU bersifat final.

Prof Nuh hadir mewakili Rais Aam PBNU, KH Miftachul Achyar, yang berhalangan hadir karena menghadiri haul di Lasem, Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa hingga hari ini tidak ada tanda-tanda pencabutan keputusan yang telah diambil lembaga Syuriah PBNU.

“Sampai saat ini tidak ada pencabutan. Keputusan Syuriah adalah supremasi dalam struktur PBNU, dan keputusan yang sudah diambil itu sifatnya final,” ujar Prof Nuh.

Ia menambahkan bahwa pada Selasa, 9 Desember 2025, PBNU akan menggelar rapat pleno untuk menetapkan pejabat (PJ) Ketua Umum yang baru.

Menanggapi isu adanya upaya islah, Prof Nuh menegaskan bahwa polemik di PBNU bukan persoalan pribadi, melainkan menyangkut adanya tindakan yang dinilai keliru sehingga harus disertai sanksi organisasi.

“Ini bukan konflik individu. Ada kesalahan, dan setiap kesalahan ada konsekuensinya. Dari situlah sanksi diberikan, termasuk pemberhentian,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa masukan dari para kiai sepuh tetap dibuka seluas-luasnya. Mereka berasal dari berbagai pesantren besar yang selama ini menjadi rujukan moral dan tradisi keilmuan NU.

“Kalau ada peluang sekecil apa pun untuk kebaikan NU, tentu akan kita cari bersama,” tambah mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut.

Silaturahmi para kiai di Tebuireng ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sesepuh NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, 30 November lalu. Pertemuan tersebut ditandatangani oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz.

Tokoh-tokoh yang hadir antara lain: Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, KH Nurul Huda Djazuli, Nyai Hj Mahfudloh Aly Ubaid (Tambakberas), KH Muhammad Nuh, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) dari Denanyar, Gus Kautsar dari Ploso Kediri Dan tentu, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

Kehadiran Gus Yahya sendiri menjadi sorotan. Ia datang memenuhi panggilan para kiai sepuh untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Gus Yahya: “Saya Siap Menjawab Semua Pertanyaan Para Kiai”

Gus Yahya tampak tenang saat memasuki kompleks pesantren. Kepada wartawan, ia menegaskan bahwa dirinya datang dengan penuh iktikad baik untuk menjelaskan semua hal terkait polemik internal PBNU.

“Apa pun yang diminta para kiai, saya siap. Semua dokumen dan penjelasan saya bawa lengkap,” ujarnya sambil menunjukkan tas berisi berkas-berkas.

Ia berharap kehadirannya dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang belakangan memanas.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal penyelesaian. Namun sampai pukul 12.30 WIB, Rais Aam belum hadir. Kalau tidak datang? Ya nanti kita serahkan sepenuhnya kepada para kiai sepuh,” katanya.

Pertemuan di Tebuireng menjadi salah satu momen paling penting dalam dinamika organisasi NU tahun ini. Para kiai sepuh yang hadir memiliki otoritas moral besar, sehingga arah PBNU ke depan sangat mungkin ditentukan dari forum konsultatif ini.

Dengan rencana pleno pada 9 Desember nanti, publik Nahdliyin kini menanti keputusan final mengenai struktur kepemimpinan PBNU dan bagaimana organisasi terbesar di Indonesia ini melangkah melewati turbulensi internal.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut