Makna Misa Natal dan Persiapan Gereja Santa Perawan Maria
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Misa Natal merupakan salah satu perayaan liturgi terpenting dalam kalender Gereja Kristiani, khususnya Katolik, untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Perayaan ini menjadi momen sakral yang menandai hadirnya Sang Juru Selamat bagi umat beriman.
Bagi sebagian masyarakat awam, istilah Misa Natal mungkin masih terdengar asing. Dalam tradisi Gereja Katolik, misa bukan sekadar ritual, melainkan jantung kehidupan iman umat. Yakni, perayaan Ekaristi untuk mengenang sekaligus menghadirkan kembali misteri penyelamatan oleh Yesus Kristus.
Pengurus Gereja Santa Perawan Maria Surabaya, Romo Paulus Jauhari Atmoko CM, mengatakan persiapan perayaan Natal tahun ini dilakukan dengan matang. Salah satu yang menarik perhatian adalah hadirnya pohon Natal raksasa di depan gereja yang terbuat dari botol minuman kemasan bekas.

“Ini momen Natal yang spesial bagi kami. Tahun ini merupakan Tahun Yubileum, di mana umat diajak untuk bertobat dan kembali ke gereja. Yang juga istimewa adalah pohon Natal dari ribuan botol dan ratusan galon bekas yang dimaknai sebagai Laudato Si, artinya ‘Terpujilah Allah’, dengan mengajak umat merawat alam melalui daur ulang plastik,” ujar Romo Paulus, Rabu (24/12/2025).
Sementara itu, Koordinator Liturgi Gereja Santa Perawan Maria, Donna Lusia, menyebut jumlah umat yang mengikuti Misa Natal diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang.
“Untuk di dalam gereja sekitar 750 umat dan di balai sekitar 510 umat. Konsep tahun ini lebih ke arah penghijauan. Altar kami hiasi dengan bunga asli agar suasana ibadah terasa lebih sejuk karena menggunakan tanaman hidup, bukan plastik,” katanya.
Donna menambahkan, pada Kamis (25/12/2025) gereja juga akan menggelar Misa Biak dan Misa Lansia yang selalu dinantikan oleh umat.
Mengutip laman Catholic Outlook, Natal memiliki makna mendalam bagi umat Katolik karena merayakan kelahiran Yesus Kristus. Pesan utama dari perayaan ini adalah kerendahan hati, kasih, serta anugerah keselamatan yang sejati bagi seluruh umat manusia.
Editor : Arif Ardliyanto