Di Tengah Isu Pengangguran, Lulusan Untag Surabaya Dilatih untuk Ciptakan Lapangan Pekerjaan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah kabar tentang sempitnya lapangan kerja dan meningkatnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, sebanyak 1.470 wisudawan melangkah mantap meninggalkan kampus dengan toga di kepala dan harapan besar di dada. Mereka adalah lulusan terbaru dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-132, 14–15 Februari 2026.
Momentum wisuda kali ini mengusung tema “Akar Lokal, Kontribusi Global”—sebuah pesan yang terasa relevan di tengah ketatnya persaingan kerja. Bukan sekadar seremoni, wisuda menjadi titik awal bagi para lulusan untuk menjawab tantangan zaman: menjadi pribadi berkarakter, adaptif, dan siap menciptakan peluang.
Isu pengangguran memang bukan hal baru. Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, mengakui kondisi ekonomi dan dinamika industri membuat lowongan kerja semakin kompetitif. Namun, ia menegaskan persoalan tidak semata pada jumlah lapangan kerja, melainkan juga pada kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar.
“Makna ‘Akar Lokal, Kontribusi Global’ adalah menjaga identitas kebangsaan sebagai dasar. Mahasiswa sudah kami didik berbasis nilai. Setelah itu, dengan kapasitas pengetahuan yang benar, mereka harus mampu berdaya saing nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan tidak bisa lagi hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Kampus justru mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi berwirausaha untuk menciptakan pekerjaan,” tegasnya.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Untag Surabaya menerapkan kurikulum fleksibel yang menyesuaikan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. Seluruh program studi telah dibekali mata kuliah kewirausahaan, diperkuat dengan roadmap terstruktur agar mahasiswa benar-benar siap membangun usaha sejak dini.
Editor : Arif Ardliyanto