get app
inews
Aa Text
Read Next : Angka Kekerasan Kampus di Jatim Tertinggi Nasional, Puti Guntur Beri Peringatan Keras!

Di Tengah Isu Pengangguran, Lulusan Untag Surabaya Dilatih untuk Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Senin, 16 Februari 2026 | 10:45 WIB
header img
Wisuda ke-132 Untag Surabaya mengusung tema Akar Lokal, Kontribusi Global. Lulusan didorong berdaya saing nasional dan internasional serta berwirausaha. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah kabar tentang sempitnya lapangan kerja dan meningkatnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, sebanyak 1.470 wisudawan melangkah mantap meninggalkan kampus dengan toga di kepala dan harapan besar di dada. Mereka adalah lulusan terbaru dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-132, 14–15 Februari 2026.

Momentum wisuda kali ini mengusung tema “Akar Lokal, Kontribusi Global”—sebuah pesan yang terasa relevan di tengah ketatnya persaingan kerja. Bukan sekadar seremoni, wisuda menjadi titik awal bagi para lulusan untuk menjawab tantangan zaman: menjadi pribadi berkarakter, adaptif, dan siap menciptakan peluang.

Isu pengangguran memang bukan hal baru. Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, mengakui kondisi ekonomi dan dinamika industri membuat lowongan kerja semakin kompetitif. Namun, ia menegaskan persoalan tidak semata pada jumlah lapangan kerja, melainkan juga pada kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar.

“Makna ‘Akar Lokal, Kontribusi Global’ adalah menjaga identitas kebangsaan sebagai dasar. Mahasiswa sudah kami didik berbasis nilai. Setelah itu, dengan kapasitas pengetahuan yang benar, mereka harus mampu berdaya saing nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan tidak bisa lagi hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Kampus justru mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja.

“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi berwirausaha untuk menciptakan pekerjaan,” tegasnya.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Untag Surabaya menerapkan kurikulum fleksibel yang menyesuaikan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. Seluruh program studi telah dibekali mata kuliah kewirausahaan, diperkuat dengan roadmap terstruktur agar mahasiswa benar-benar siap membangun usaha sejak dini.

Bahkan, kampus menyediakan pendanaan internal sebagai modal awal bagi mahasiswa yang ingin merintis bisnis.

“Mahasiswa yang berwirausaha harus ditopang pendanaan. Kami sudah memulai dana internal untuk kewirausahaan hingga ada indikator bisnis yang jelas,” jelas Harjo.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi sekaligus melahirkan wirausaha muda yang berdampak bagi masyarakat.

1.470 Lulusan dari Tujuh Fakultas

Pada hari pertama wisuda, sebanyak 729 lulusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, serta Fakultas Hukum dikukuhkan.

Hari kedua, 741 lulusan dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis resmi menyandang gelar akademik.

Rektor menyampaikan apresiasi atas perjuangan para mahasiswa yang telah menuntaskan studi. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan identitas kebangsaan sebagai fondasi sebelum menembus pasar global.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, turut memberikan pesan kepada para lulusan agar mampu memberi dampak nyata di tengah masyarakat.

“Berkiprahlah dengan memegang teguh integritas. Jadilah lulusan yang berdampak bagi masyarakat, nusa, dan bangsa, sekaligus mampu bersaing di kancah internasional,” pesannya.

Wisuda ke-132 juga menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa dan dosen berprestasi. Penghargaan IPK terbaik diberikan di masing-masing fakultas. Sementara penghargaan dosen berprestasi diberikan kepada Dr. Isrida Yul Arifiana dari Program Studi Psikologi serta Ardy Januantoro dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi atas capaian hibah, inovasi, serta karya ilmiah dan buku ber-ISBN.

Tak hanya itu, karya inovatif lulusan turut mendapat sorotan. Mulai dari alat pendeteksi kualitas air minum, alat pemisah dan pemanas padi untuk membantu petani saat musim hujan, hingga penelitian tentang pengaruh korupsi dan utang luar negeri terhadap kemiskinan di Indonesia.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Hanny Chandra Pratama, Ph.D., alumni Arsitektur Untag Surabaya yang kini berkiprah sebagai akademisi di Thailand. Dalam pesannya, ia mengajak lulusan untuk berani menghadapi tantangan.

“Setiap kegagalan dan tantangan akan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat. Teruslah mencoba dan berani mengejar mimpi,” ungkapnya.

Wisuda bukan sekadar akhir perjalanan akademik. Bagi 1.470 lulusan Untag Surabaya, ini adalah awal langkah baru. Di tengah bayang-bayang pengangguran, mereka ditantang untuk membuktikan bahwa lulusan perguruan tinggi tak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang.

Dengan fondasi nilai kebangsaan yang kuat dan bekal kompetensi yang adaptif, semangat “Akar Lokal, Kontribusi Global” diharapkan tak berhenti sebagai tema—melainkan menjadi arah perjalanan generasi baru menuju panggung dunia

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut