Di Bawah Asuhan Legenda Persebaya, SSB El Faza Pernah Lahirkan Pemain Nasional Rizky Ridho
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Mimpi menjadi pesepak bola profesional tak lagi sebatas angan bagi banyak anak di Surabaya. Di sebuah lapangan latihan, ratusan pasang kaki kecil berlari mengejar bola, ditempa disiplin, teknik, dan mental juara. Di sanalah SSB El Faza menanamkan harapan, membangun masa depan sepak bola sejak usia dini.
Selama bertahun-tahun, SSB El Faza konsisten menjadi salah satu sekolah sepak bola yang serius membina talenta muda. Tak hanya diminati anak-anak Surabaya, SSB ini juga menarik minat pemain muda dari luar kota yang ingin berkembang melalui sistem pembinaan terarah dan berjenjang.
Saat ini, SSB El Faza aktif membina kelompok usia U-8, U-10, U-12, U-15, hingga U-17. Setiap jenjang memiliki kurikulum latihan berbeda, disesuaikan dengan tahap perkembangan fisik dan mental pemain. Pola pembinaan inilah yang menjadi kekuatan utama El Faza.
Bukti keseriusan tersebut terlihat dari rekam jejak alumninya. Sejumlah nama besar sepak bola nasional pernah tumbuh dari rahim SSB El Faza, di antaranya Rizky Ridho dan Andhika Ramadhani, serta talenta muda lain yang kini terus menapaki jalur prestasi di level profesional.

SSB El Faza berada di bawah naungan Mat Halil, legenda hidup Persebaya Surabaya, yang berperan sebagai owner sekaligus Direktur Teknik. Pengalaman panjang Mat Halil di sepak bola nasional menjadi fondasi kuat dalam merancang pembinaan usia dini yang berkelanjutan dan realistis.
Tak hanya itu, Mat Halil juga aktif sebagai pelatih EPA Persebaya U-18, sehingga memahami betul standar pembinaan pemain menuju level profesional.
“Di SSB El Faza kami menekankan pembinaan yang terarah dan berjenjang, mulai dari U-8 hingga U-17. Fokus kami bukan sekadar prestasi usia dini, tetapi mempersiapkan pemain agar siap bersaing di level lebih tinggi,” ujar Mat Halil.
Kualitas pembinaan El Faza semakin solid dengan dukungan jajaran pelatih berpengalaman, mayoritas merupakan mantan pemain nasional dan liga profesional di masanya.
Salah satunya Andik Kojek, mantan gelandang enerjik Persita Tangerang dan Petrokimia Gresik. Di El Faza, Andik fokus mengasah teknik dasar, visi bermain, serta pemahaman taktik para pemain muda.
“Pembinaan usia dini tidak bisa instan. Setiap kelompok umur punya program latihan berbeda agar perkembangan anak maksimal dan tidak dipaksakan,” jelas Andik Kojek.
Sektor penjaga gawang juga mendapat perhatian khusus melalui tangan dingin Dedik Sutanto, mantan kiper Persebaya Surabaya. Menurutnya, membina kiper muda membutuhkan kesabaran ekstra dan metode latihan yang tepat.
“Kami mulai pembinaan kiper dari U-8 sampai U-17. Fokus pada teknik dasar, refleks, dan mental bertanding, supaya saat naik level mereka sudah siap,” kata Dedik.
Selain itu, Budi Bendol, mantan stoper tangguh Persida Sidoarjo, turut memperkuat tim kepelatihan bersama pelatih berpengalaman lainnya. Kolaborasi ini menjadikan SSB El Faza tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan mental pemain.
Dengan manajemen yang solid, pelatih berkualitas, serta sistem pembinaan berjenjang dari usia dini, SSB El Faza optimistis terus melahirkan talenta muda berprestasi. Tak sekadar mencetak pemain, El Faza ingin menjadi rumah pembinaan sepak bola usia dini unggulan di Surabaya—tempat mimpi anak-anak digembleng menjadi prestasi nyata.
Editor : Arif Ardliyanto