Hujan Deras Lumpuhkan Sejumlah Jalan di Surabaya, Damkar Kerahkan Puluhan Armada Sedot Banjir
Di tengah fokus penanganan banjir, petugas Damkar juga dihadapkan pada tantangan lain. Dalam waktu hampir bersamaan, mereka harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran di lokasi berbeda. Meski beban kerja meningkat, seluruh laporan tetap dapat ditangani tanpa ada yang terlewat.
“Banjir dan kebakaran terjadi hampir bersamaan, tapi berkat koordinasi antarpos, semua kejadian bisa tertangani dengan baik,” tegas Laksita Rini.
Sekitar 150 hingga 180 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Sejak sore, para petugas bekerja berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, memastikan genangan benar-benar surut sebelum bergerak ke titik berikutnya.
Upaya penanganan banjir juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup Surabaya. Kepala DLH, Dedik Irianto, mengatakan pihaknya menurunkan 23 armada tangki yang disebar di berbagai wilayah kota untuk mempercepat penyedotan genangan.
“Kami tempatkan armada di sejumlah wilayah strategis agar bisa menjangkau titik genangan dengan cepat,” ujarnya.
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu sejumlah kejadian pohon tumbang dan sempalan. Sepanjang Minggu sore hingga malam, DLH mencatat sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi, di antaranya di depan Rusun Penjaringan Sari 4, Jalan Diponegoro, Jalan Demak Utara, hingga Jalan Darmokali.
“Perantingan dan penanganan pohon tumbang rutin kami lakukan, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” kata Dedik.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh genangan benar-benar surut dan aktivitas warga kembali normal. Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor ke layanan darurat 112 jika menemukan genangan atau kondisi berbahaya lainnya.
Editor : Arif Ardliyanto