Misteri Mundurnya Rektor Untag Surabaya Terjawab, Ini Alasan Prof Mulyanto Lepas Jabatan
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro menegaskan, kemajuan perguruan tinggi tidak ditentukan oleh satu figur semata, melainkan kerja kolektif seluruh tim. “Keberlangsungan universitas tidak bisa bergantung pada satu orang. Yang menentukan maju tidaknya kampus adalah tim,” tegasnya.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian Untag Surabaya yang berhasil meraih sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) pada Maret 2024. Tiga program studi—Sarjana Administrasi Publik, Arsitektur, dan Psikologi—menjadi pionir dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi tingkat Asia Tenggara. “Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu, dan ke depan kami ingin seluruh program studi mengikuti,” kata Harjo.
Prestasi mahasiswa pun menjadi cerminan arah pengembangan Untag Surabaya. Sebanyak 62 mahasiswa tercatat menorehkan prestasi internasional, baik akademik maupun non-akademik. Mulai dari kompetisi ilmiah, riset dan inovasi, kewirausahaan, hingga olahraga dan seni.
Salah satu prestasi membanggakan diraih melalui juara I kategori esai inovasi dan bisnis dalam International Business and Management Virtual Innovation & Invention of Ideas Competition (VIIIC 2025) di Malaysia. Di bidang olahraga, mahasiswa Teknik Industri Yuan Jodie Hibatullah sukses merebut emas cabang hoki pada SEA Games Thailand 2025. Tak kalah gemilang, mahasiswa Untag Surabaya juga membawa pulang medali emas dan perunggu dari WOMAU International Martial Art Contest 2025 di Korea Selatan.
“Rekam jejak ini menunjukkan bahwa pembinaan talenta mahasiswa Untag Surabaya diarahkan untuk bersaing di level global,” pungkas Harjo.
Editor : Arif Ardliyanto