Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus Tampil di Jambore Nasional 2026, Ini Janji Dindik Jatim pada PBK
Advertisement . Scroll to see content

Tak Sekadar Sekolah, Siswa ABK Jatim Disiapkan Jadi Wirausahawan Lewat Pendidikan Vokasi

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:12 WIB
  • author Saipul Yudi
Tak Sekadar Sekolah, Siswa ABK Jatim Disiapkan Jadi Wirausahawan Lewat Pendidikan Vokasi
Pendidikan vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus di Jawa Timur diperkuat lewat peningkatan kompetensi guru dan dukungan dunia usaha. Foto Surabaya.iNews.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik keterbatasan fisik dan intelektual, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) menyimpan potensi besar yang kerap luput dari perhatian. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini berupaya membuka jalan agar potensi itu tak berhenti di bangku sekolah, melainkan berlanjut hingga dunia usaha dan industri.

Melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, peningkatan keterampilan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi fokus utama. Langkah ini diyakini menjadi kunci agar transfer keilmuan kepada siswa berkebutuhan khusus bisa dilakukan secara tepat, sesuai minat dan kemampuan masing-masing anak.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa banyak siswa berkebutuhan khusus memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan siswa reguler, bahkan dalam beberapa bidang justru menunjukkan keunggulan tertentu.

“Kita berharap potensi anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa mengakses dunia kewirausahaan vokasi. Mereka sering kali memiliki kemampuan di luar kebiasaan. Karena itu, mereka perlu dibekali ilmu dan keterampilan sesuai minatnya agar bisa menjadi peluang nyata di dunia usaha dan industri,” ujar Aries, Kamis (22/1).

Menurut Aries, keterbukaan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap penyandang disabilitas kini semakin luas. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika dibarengi dengan kompetensi yang memadai.

“Kalau tidak punya keterampilan, tentu akan sulit bersaing. Karena itu, yang kita perkuat bukan hanya siswanya, tapi juga gurunya. Guru harus punya bekal cukup agar bisa langsung mentransfer ilmu dalam proses pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut