Gaya Hidup Mager Picu Nyeri Sendi di Usia Produktif, Ini Penjelasan Dokter Ortopedi
Obesitas Percepat Pengapuran Sendi
Gaya hidup pasif sering berjalan beriringan dengan kenaikan berat badan. Beban berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi penopang tubuh, terutama lutut dan panggul. Tekanan inilah yang mempercepat terjadinya pengapuran sendi atau osteoartritis.
“Lutut itu penyangga utama berat badan. Kalau bebannya berlebihan, ausnya jauh lebih cepat. Sekarang tidak heran jika pasien osteoartritis datang di usia 30–40 tahun,” ungkapnya.
Selain sendi, tulang juga terancam mengalami osteoporosis. Kurangnya aktivitas fisik membuat keseimbangan sel pembentuk dan perusak tulang terganggu. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Gerak Penting, Tapi Jangan Berlebihan
Meski aktivitas fisik sangat dianjurkan, dr. Faesal mengingatkan bahwa olahraga berlebihan tanpa persiapan juga berisiko. Aktivitas intens tanpa pemanasan yang cukup dapat memicu peradangan sendi hingga patah tulang halus akibat kelelahan.
“Olahraga itu harus seimbang. Terlalu malas tidak baik, tapi terlalu memaksakan diri juga bisa merusak,” tegasnya.
Penanganan Bertahap dan Menyeluruh
Untuk menjawab meningkatnya masalah tulang dan sendi, RS Premier Surabaya menghadirkan layanan ortopedi komprehensif dengan konsep One Stop Service. Penanganan mencakup cedera akut seperti patah tulang dan cedera ligamen, hingga penyakit degeneratif seperti pengapuran sendi.
Dr. Faesal menegaskan bahwa operasi bukanlah pilihan utama. Sebagian besar pasien ditangani melalui metode konservatif secara bertahap, mulai dari pemberian obat, fisioterapi, latihan penguatan otot, hingga penyuntikan cairan sendi.
“Kami selalu mengutamakan penanganan tanpa operasi. Tindakan bedah dilakukan jika keluhan sudah sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Layanan ini juga didukung fasilitas rehabilitasi medik yang lengkap untuk membantu pasien kembali bergerak normal dan aman, baik setelah cedera maupun pasca-operasi. Pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu mengembalikan kualitas hidup pasien sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bergerak aktif sejak dini.
Editor : Arif Ardliyanto