get app
inews
Aa Text
Read Next : Aturan Baru di Surabaya, Siswa Tak Boleh Gunakan HP Saat Jam Pelajaran, Begini Alasannya

Sejarah Baru Pendidikan Surabaya, 32 Kampus Sepakat Buka 23.850 Kuota Beasiswa Anak Kurang Mampu

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:59 WIB
header img
Untuk pertama kalinya, PTN dan PTS di Surabaya bersatu mendukung program beasiswa mahasiswa prasejahtera sesuai Perwali Nomor 4 Tahun 2026. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan baru bagi ribuan anak Surabaya untuk mengenyam pendidikan tinggi akhirnya terbuka lebar. Untuk pertama kalinya, perguruan tinggi negeri dan swasta duduk bersama, menyatakan komitmen yang sama: memberi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa melangkah hingga bangku kuliah.

Sebanyak 32 pimpinan perguruan tinggi, terdiri dari 24 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), berkumpul di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/2/2026). Mereka sepakat membuka 23.850 kuota beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera, sebuah angka yang mencerminkan skala program yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Pahlawan.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara rektor-rektor perguruan tinggi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Hadir langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama sejumlah pimpinan kampus, di antaranya Rektor Universitas Wijaya Putra Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum, Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T, Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si, Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, serta Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.


Untuk pertama kalinya, PTN dan PTS di Surabaya bersatu mendukung program beasiswa mahasiswa prasejahtera sesuai Perwali Nomor 4 Tahun 2026. Foto Surabaya.iNews.id/arif

Program ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan, sekaligus menandai perubahan arah kebijakan penting. Untuk pertama kalinya, bantuan biaya kuliah dari Pemkot Surabaya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa PTN, tetapi juga mahasiswa PTS.

Di hadapan para rektor, Eri Cahyadi tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia berkaca-kaca saat mengenang ketimpangan yang selama ini terjadi.

“Saya sangat terharu. Saya merasa ini jalan yang benar. Selama ini kebijakan kita kurang tepat, karena ada penerima beasiswa yang ternyata masih mampu, bahkan datang naik mobil,” ujar Eri dengan suara bergetar.

Menurut Eri, kebijakan baru ini lahir dari semangat “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang lebih adil dan inklusif. Ia menegaskan, kecerdasan dan potensi anak Surabaya tidak boleh dibatasi oleh pilihan kampus.

“Potensi anak-anak Surabaya tidak boleh terbentur status perguruan tinggi. Kriterianya jelas: kebutuhan ekonomi dan prestasi akademik, bukan PTN atau PTS. Dengan kebijakan ini, pemerintah hadir untuk semua,” tegasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut