Belajar Tak Melulu di Kelas, UWP–UBAYA Perkuat Kolaborasi Riset Kembangkan Potensi Mahasiswa
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Belajar tak lagi harus selalu berlangsung di ruang kelas dengan papan tulis dan bangku berjejer. Di balik pintu-pintu laboratorium, proses pembelajaran justru hidup, penuh eksperimen, diskusi, dan pencarian solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Inilah semangat yang mengemuka dalam kolaborasi riset antara Universitas Wijaya Putra (UWP) dan Universitas Surabaya (UBAYA).
Kolaborasi kedua perguruan tinggi ini diawali melalui kunjungan akademik UWP ke UBAYA, dengan fokus utama pada praktik integrasi laboratorium sebagai pusat pembelajaran dan riset. Delegasi UWP yang terdiri dari perwakilan Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian disambut langsung jajaran Rektorat UBAYA dalam agenda sharing and learning yang intensif.
Lebih dari sekadar kunjungan, pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi menjadi jantung dari proses belajar-mengajar dan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor UBAYA, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT., menegaskan bahwa optimalisasi laboratorium adalah langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan nyata di dunia industri dan masyarakat.
“Laboratorium adalah ruang kelas sesungguhnya bagi calon ilmuwan dan engineer. Di sanalah mahasiswa belajar memecahkan masalah nyata. Kolaborasi ini membuka peluang pertukaran protokol, best practices, hingga riset bersama yang hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Semangat serupa disampaikan Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum. Menurutnya, kerja sama lintas kampus ini membuka peluang besar dalam pengembangan teknologi terapan, khususnya di bidang teknik dan pertanian modern.
“Kami melihat potensi kolaborasi yang sangat luas. Fakultas Teknik dan Pertanian UWP dapat saling melengkapi dengan Fakultas Teknik dan Teknobiologi UBAYA, baik dari sisi keilmuan, pendekatan riset, maupun pemanfaatan peralatan laboratorium,” ujarnya.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Fakultas Teknobiologi UBAYA berbagi pengalaman pengelolaan laboratorium bioteknologi modern, sementara Fakultas Pertanian UWP membawa perspektif aplikatif terkait tantangan di sektor pertanian dan pascapanen. Dari sinilah muncul gagasan riset bersama, mulai dari pengembangan pangan berkelanjutan, teknologi ramah lingkungan, hingga program pengabdian masyarakat berbasis riset laboratorium.
Konsep sharing lab dan integrasi kurikulum praktikum menjadi salah satu poin penting yang dibahas. Skema ini diyakini mampu memecah batas fisik antar kampus, membuka peluang kunjungan mahasiswa, joint research, hingga co-supervision tugas akhir dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium bersama.
Selama kunjungan, rombongan UWP diajak meninjau langsung berbagai fasilitas laboratorium di UBAYA. Di Fakultas Teknik, delegasi menyaksikan pemanfaatan laboratorium untuk proyek rekayasa terintegrasi. Sementara di Fakultas Teknobiologi, mereka melihat bagaimana riset bioteknologi modern bersentuhan langsung dengan isu strategis seperti pangan, kesehatan, dan lingkungan.
Diskusi pun berkembang lebih dalam, mencakup manajemen aset laboratorium, penjadwalan fleksibel untuk riset mahasiswa, integrasi kurikulum dengan aktivitas eksperimen, hingga peluang kerja sama dengan industri. Fakultas Pertanian UWP secara khusus menyoroti potensi kolaborasi pada pengembangan teknologi pertanian dan pascapanen berbasis laboratorium.
“Ini sangat inspiratif. Suasana akademik justru terasa hidup di laboratorium, dengan mahasiswa yang aktif bereksperimen dan berdiskusi. Konsep ‘belajar di mana saja’ benar-benar diterapkan di sini,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap kunjungan, tetapi berkembang menjadi kerja sama konkret seperti pertukaran mahasiswa praktikum, riset bersama, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan peralatan laboratorium secara kolaboratif.
Program Sharing & Learning UBAYA–UWP pun diharapkan menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan antar perguruan tinggi di Indonesia. Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari ruang-ruang eksperimen, di mana pembelajaran, riset, dan solusi bagi masyarakat bertemu dalam satu ekosistem yang hidup.
Editor : Arif Ardliyanto