get app
inews
Aa Text
Read Next : Wagub Emil Kawal Penyelesaian Tanah EV dengan Mekanisme Analisa Hukum

Tangis Eri Cahyadi Iringi Kepergian Ketua DPRD Surabaya, Air Mata Tumpah di Grand Heaven

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:38 WIB
header img
Kepergian Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam. Wali Kota Eri Cahyadi tak kuasa menahan tangis saat melayat di rumah duka. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana hening menyelimuti rumah persemayaman Grand Heaven Surabaya. Di antara deretan pelayat yang datang silih berganti, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tampak berdiri lama di samping peti jenazah Ketua DPRD Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono.

Tangisnya pecah. Kepala daerah yang dikenal tegas itu tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Bagi Eri, sosok yang terbaring di hadapannya bukan sekadar pimpinan legislatif, melainkan sahabat sekaligus kakak yang selama ini menjadi tempat berbagi dan belajar.

Didampingi sang istri, Rini Indriyani, Eri langsung menemui keluarga almarhum setibanya di lokasi persemayaman. Ia menyampaikan belasungkawa secara pribadi dan mewakili jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Saya secara pribadi dan mewakili jajaran Pemerintah Kota Surabaya serta warga Kota Surabaya, merasa kehilangan seorang sahabat, seorang pimpinan luar biasa, seorang saudara yang selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya,” ujar Eri dengan suara bergetar.

Nama Dominikus Adi Sutarwijono—yang akrab disapa Awi—memang bukan nama asing dalam perjalanan pemerintahan Kota Pahlawan. Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya, ia dikenal sebagai figur yang mampu menjaga harmoni antara legislatif dan eksekutif.

Sosok Penyejuk di Tengah Dinamika Politik

Bagi Eri, almarhum adalah pemimpin sejati yang mampu “ngemong” atau membimbing semua pihak. Dalam berbagai dinamika politik dan kebijakan, komunikasi antara Pemkot dan DPRD disebutnya terjalin kuat berkat peran Awi.

“Saya sering berbagi dan bertukar pikiran dengan beliau, bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya. Beliau itu orang yang bisa ngemong semuanya,” kenangnya.

Di mata Eri, ketenangan almarhum saat menghadapi tekanan, kritik, bahkan fitnah, menjadi pelajaran berharga. Ia mengaku selalu mengingat pesan sederhana yang pernah disampaikan Awi.

“Ketika kita tidak berbuat apa-apa tapi dituduh dan disakiti, biarlah Tuhan yang membalas. Dan balasan itu pasti akan datang,” tutur Eri, mengulang petuah yang kini terasa begitu membekas.

Hubungan keduanya tak berhenti pada urusan pemerintahan. Eri menganggap almarhum sebagai sosok kakak yang layak menjadi panutan. Dalam berbagai kesempatan, ia belajar tentang kesabaran, kepemimpinan, dan cara menyikapi persoalan dengan kepala dingin.

Tangisan di samping peti jenazah sore itu menjadi potret kedekatan yang tak banyak diketahui publik. Politik, jabatan, dan perbedaan pendapat seakan luruh, menyisakan rasa kehilangan yang tulus.

Eri pun berharap seluruh dedikasi dan perjuangan almarhum untuk Kota Surabaya menjadi amal baik.

“Semoga dengan segala kebaikan dan dedikasi beliau, surgalah yang pantas untuk beliau. Harmoni yang begitu kuat antara Pemkot dan DPRD itu karena kehadiran Ketua DPRD yang mampu merangkul dan membimbing,” pungkasnya.

Kepergian Dominikus Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan kolega, tetapi juga bagi perjalanan pemerintahan Kota Surabaya yang selama ini berjalan dalam semangat kolaborasi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut