Jelang Ramadan, Pos Indonesia Perkuat Spiritualitas Karyawan dan Kepedulian Sosial
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, PT Pos Indonesia menggelar kegiatan pembinaan rohani di Ruang Mas Soeharto, Graha Pos Indonesia Bandung. Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Haris, jajaran direksi, senior leader, serta karyawan.
Suasana kebersamaan terasa sejak awal acara. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan spiritual.
Dalam sambutannya, Haris mengajak seluruh insan perusahaan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai pembinaan rohani dalam keseharian.
“Saya mengajak teman-teman untuk kembali menghidupkan pembinaan rohani, karena tanpa itu kehidupan dan aktivitas kita sehari-hari tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Selain pembinaan rohani, Pos Indonesia juga menyalurkan santunan kepada 206 anak yatim yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah anak yatim hadir secara langsung untuk menerima santunan secara simbolis sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Dr. Rahmat Hidayat. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa pekerjaan tidak hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga dapat menjadi ladang ibadah jika dijalani dengan niat baik, kejujuran, dan tanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewajiban ibadah di tengah kesibukan kerja. Ketika adzan berkumandang, karyawan diimbau untuk sejenak meninggalkan pekerjaan dan menunaikan salat agar setiap usaha membawa keberkahan.
Pada kesempatan yang sama, peserta juga diajak membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat dan sedekah, terutama menjelang Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Pos Indonesia berharap seluruh insan perusahaan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik, semangat kerja yang meningkat, serta kepedulian sosial yang semakin kuat.
Editor : Arif Ardliyanto