Drama Adu Penalti Warnai Final Mini Soccer HPN 2026, Judes FC Juara Piala PWI Jawa Timur
Sudden Death Penentu Sejarah
Babak tos-tosan berjalan dramatis. Kedua tim sama-sama tenang dan presisi. Skor kembali imbang 3-3.
Ketegangan mencapai puncaknya saat memasuki babak sudden death. Suasana hening sejenak. Para pemain berdiri dengan wajah tegang, sementara penonton menahan napas.
Momen krusial datang ketika penendang dari tim Pokja Polda Jatim gagal menuntaskan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis Rahmat, kiper Judes FC, yang tampil gemilang sepanjang laga.
Sorak sorai langsung meledak. Para pemain Judes FC berhamburan ke lapangan, memeluk sang kiper. Malam itu, mereka resmi menjadi juara pertama Piala PWI.
Kapten Judes FC, Eko Widodo, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras dan kekompakan tim.
“Terima kasih atas semangat teman-teman. Di mana pun event digelar, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Ini buah kerja keras seluruh tim,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Inyong Maulana yang selama ini konsisten mendukung aktivitas positif jurnalis muda.
Menurut Inyong, turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi wadah mempererat silaturahmi antarwartawan Surabaya dan Jawa Timur.
“Ini tentang kebersamaan dan solidaritas. Semoga ke depan makin meriah dan makin profesional,” katanya.
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, turut memberikan apresiasi atas semangat sportivitas yang ditunjukkan kedua tim. Ia bahkan membayangkan turnamen mini soccer antarwartawan bisa digelar dalam skala lebih besar, melibatkan PWI kabupaten/kota hingga tingkat nasional.
“Final ini luar biasa. Mereka bukan sekadar wartawan, tapi benar-benar pemain lapangan,” ujarnya.
Pengamat mini soccer, Yusandi, menilai babak sudden death sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan mental.
“Di fase itu teknik dan fisik sudah tak banyak berperan. Yang menentukan hanya mental dan keberanian,” jelasnya.
Kemenangan Judes FC malam itu menjadi bukti bahwa semangat pers tak hanya hidup di ruang redaksi, tetapi juga menyala di lapangan hijau. Bukan hanya tentang trofi, melainkan tentang solidaritas, sportivitas, dan energi kebersamaan yang terus terjaga di antara para jurnalis.
Editor : Arif Ardliyanto