Surabaya Disiapkan Jadi Pusat Konsolidasi Pengusaha Muda Nasional, Ini Alasan HIPMI Jatim
Faktor geografis juga menjadi pertimbangan strategis. Letak Surabaya di wilayah tengah Indonesia membuat akses peserta dari barat hingga timur relatif lebih efisien, sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi ribuan pengusaha muda dari seluruh provinsi.
“Surabaya sangat representatif, baik dari sisi fasilitas, pengalaman penyelenggaraan event nasional, maupun aksesibilitasnya,” kata Ahmad.
Dari sisi ekonomi, Jawa Timur konsisten mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Surabaya sendiri telah lama menjadi pusat perdagangan, industri, dan jasa di kawasan timur Indonesia.
Menurut Ahmad, penyelenggaraan Munas XVIII HIPMI di Jawa Timur bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
“Jawa Timur adalah motor penting ekonomi Indonesia. Munas di sini akan memberi nilai strategis bagi penguatan peran pengusaha muda di level nasional,” tegasnya.
Dengan pengalaman mengelola berbagai agenda regional dan nasional, HIPMI Jawa Timur dinilai memiliki kesiapan teknis dan manajerial untuk menangani event dengan peserta dalam jumlah besar, termasuk delegasi dari 38 BPD se-Indonesia.
Langkah ini juga selaras dengan visi pembangunan daerah yang mendorong Jawa Timur sebagai gerbang baru perekonomian nasional menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dukungan resmi turut diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui surat dukungan tertulis.
Bagi HIPMI Jatim, sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting agar Munas XVIII HIPMI 2026 tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami siap menyambut pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Jawa Timur solid dan berkomitmen penuh menyukseskan Munas XVIII HIPMI 2026,” pungkas Ahmad Salim Assegaf.
Editor : Arif Ardliyanto