Kalapas Arjasa Ajak Warga Binaan Bersihkan Masjid Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026
SUMENEP, iNewsSurabaya.id – Suasana berbeda tampak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Arjasa menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 2026. Bukan hanya rutinitas pembinaan di dalam tembok lapas, pagi itu para pegawai dan warga binaan turun langsung membersihkan masjid dan area sekitarnya.
Mulai pukul 09.00 WIB, halaman hingga ruang utama ibadah Masjid Besar As-Sunny Arjasa dipenuhi aktivitas kerja bakti. Sapu lidi bergerak berirama, ember-ember air mengalir membasuh lantai, sementara beberapa warga binaan tampak telaten membersihkan tempat wudhu. Total 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilibatkan dalam kegiatan tersebut bersama seluruh jajaran pegawai lapas.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Ristanto Rachmad Hidayat. Ia menegaskan, kerja bakti tersebut bukan sekadar agenda seremonial menyambut Ramadan, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter.
“Kami ingin Ramadan menjadi momentum memperbaiki diri, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga melalui aksi nyata. Nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian sosial harus tumbuh dalam keseharian warga binaan,” ujarnya.

Bagi sebagian warga binaan, kerja bakti ini menjadi pengalaman yang berbeda. Terlibat langsung dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat memberikan ruang untuk merasakan kembali arti kontribusi dan kebersamaan.
Momentum Ramadan, menurut Ristanto, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun hubungan harmonis antara lapas dan masyarakat sekitar. Ia ingin keberadaan lapas tidak dipandang sebatas institusi pembinaan tertutup, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang aktif dan peduli.
“Kami berharap kehadiran Lapas Arjasa memberi manfaat nyata. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa melihat bahwa pembinaan berjalan dan warga binaan juga belajar untuk berkontribusi positif,” tambahnya.
Selaras Program Nasional Pemasyarakatan
Kerja bakti ini juga disebut sejalan dengan program akselerasi di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan pembinaan serta peningkatan kinerja jajaran pemasyarakatan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman dan tertib sesuai standar operasional prosedur (SOP). Usai kegiatan, pihak lapas langsung menyusun laporan dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.
Lingkungan masjid yang kini tampak lebih bersih dan tertata diharapkan mampu menunjang kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan. Lebih dari itu, kerja bakti ini menjadi simbol bahwa proses pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, tetapi juga tentang membangun kembali nilai diri dan kepercayaan sosial.
Di tengah teriknya matahari pagi Arjasa, kerja bakti itu menjadi gambaran sederhana: bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil — dari sapu yang digerakkan bersama, dari lantai yang dibersihkan dengan niat tulus, dan dari semangat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih.
Editor : Arif Ardliyanto