get app
inews
Aa Text
Read Next : Baznas Jatim Optimistis Penghimpunan Zakat Tembus Rp52 Miliar Saat Ramadan

Salurkan Rp3 Miliar Bansos di Sidoarjo, Khofifah Soroti Akurasi Data Penerima

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:28 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial di Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat desa senilai total Rp3.016.350.000 dalam kegiatan Sapa Bansos di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (18/2/2026).

Penyaluran ini merupakan Sapa Bansos kedua pada Tahun Anggaran 2026 setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Pasuruan. “Ini Sapa Bansos kedua di tahun 2026 setelah sebelumnya di Pasuruan. Harapannya menjadi bantalan sosial dan ekonomi. Kita upayakan sebelum 1 Maret seluruhnya tuntas,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa program bansos merupakan agenda rutin tahunan Pemprov Jatim yang diarahkan untuk menekan angka kemiskinan, meningkatkan kemandirian, serta mendorong kewirausahaan masyarakat dengan dukungan pilar-pilar sosial di Jatim.

Dari total Rp3.016.350.000 tersebut, rincian bantuan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada 533 keluarga dengan total Rp1,06 miluar, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 66 penerima sebesar Rp237,6 juta serta Bantuan Permakanan LKS Lanjut Usia kepada 10 penerima sebesar Rp45,75 juta.

Selain perlindungan sosial, Pemprov Jatim juga memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi melalui program KIP Putri Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Jatim Sejahtera) dan KIP PPKS Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jatim Sejahtera). Total bantuan yang disalurkan melalui kedua program tersebut mencapai Rp327 juta kepada 109 penerima manfaat.

Khofifah menjelaskan bahwa KIP Jawara menyasar perempuan kepala keluarga atau orang tua tunggal agar mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan. 

"Selain KIP Jawara ada Zakat Produktif bagi mereka penjual-penjual Ultra Mikro. Paling tidak mereka mendapat support permodalan," tutur Khofifah. 

Penguatan juga diberikan kepada pilar sosial melalui penyerahan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan tali asih  kepada 77 orang yang terdiri atas Pendamping PKH Plus, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pendamping Disabilitas, hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"Kawan-kawan pilar sosial inilah yang memberikan support agar bansos sampai kepada penerima," ucapnya.

Kepada para pilar sosial, Khofifah berpesan agar terus melakukan ground checking secara cermat guna meminimalkan potensi exclusion error maupun inclusion error dalam pendataan penerima bantuan. 

"Tolong ada yang groundcheck ulang karena mungkin ada exclusion error dan inclussion error. Exclusion bagi yang seharusnya menerima tapi belum terdata, inclusion bagi yang sudah cukup tetapi masuk sebagai penerima," pesan Khofifah.

Di sektor pemberdayaan desa, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jatim, disalurkan bantuan BUMDesa sebesar Rp500 juta kepada lima desa, bantuan Desa Berdaya Rp200 jutakepada dua desa, serta bantuan Jatim Puspa Rp332,4 juta kepada tiga desa di Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan, berbagai bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat kurang mampu.

"Bantuan-bantuan ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bantuan ini jadi instrumen penting guna memastikan bahwa tidak ada satupun masyarakat kita yang tertinggal dalam proses pembangunan," ucapnya. 

Bupati Subandi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat Desil 1 hingga 5, termasuk bantuan kursi roda dan program bedah rumah, sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

"Pemkab Sidoarjo akan terus menyalurkan berbagai bansos seperti bantuan kursi roda dan bedah rumah. Harapannya bansos-bansos ini akan dapat menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan perekonomian di Sidoarjo," terangnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut