Tragis! Nelayan Banyuwangi Ditemukan Tewas Usai Perahu Terbalik di Pulau Mbedil
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan, berubah menjadi saksi bisu duka bagi keluarga Sugiyanto (57), nelayan asal Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Ia ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya dihantam ombak besar dan angin kencang di perairan sekitar Pulau Mbedil, Jumat (20/2/2026).
Sugiyanto pamit melaut seorang diri sekitar pukul 15.30 WIB, tak lama setelah menunaikan salat Ashar. Dengan perahu kayu bernama Cahaya Lestari, ia menuju perairan selatan Banyuwangi seperti hari-hari sebelumnya—mencari ikan demi menghidupi keluarga.
Namun malam itu, cuaca berubah drastis. Sekitar pukul 20.00 WIB, angin kencang dan gelombang tinggi menerjang kawasan perairan selatan. Ombak besar dilaporkan menghantam sejumlah titik di sekitar Pulau Mbedil.
Seorang nelayan lain, Wagimin (47), yang baru kembali dari melaut, melihat pemandangan mencurigakan di tengah gelapnya laut. Ia menemukan sebuah perahu dalam kondisi pecah dan terbalik di perairan Pulau Mbedil, tepat di titik koordinat 08°617'637.113"S 99°57'85"E.
Saat didekati, nama Cahaya Lestari terlihat jelas di badan perahu. Kabar itu langsung menyebar ke warga Dusun Pancer. Hingga pagi hari, Sugiyanto tak kunjung pulang ke rumah.
Sekitar pukul 06.00 WIB, dipastikan bahwa perahu tersebut adalah milik Sugiyanto. Kecemasan keluarga dan warga semakin memuncak.
Editor : Arif Ardliyanto