get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo di Grahadi Berujung Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan

Sekdaprov Jatim Kecewa Grahadi Kembali Dirusak Saat Aksi Demonstrasi

Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:37 WIB
header img
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono. (Foto : ist).

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan demonstrasi yang berujung ricuh dan mengakibatkan kerusakan fasilitas pagar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam. 

​Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa tindakan perusakan ini sangat disesalkan karena Grahadi merupakan simbol historis dan representasi pusat pemerintahan bagi seluruh masyarakat Jatim.

​"Ini tentu sangat disayangkan. Kita sedang berproses menyelesaikan perbaikan Gedung Grahadi yang tahun lalu sempat terbakar, sekarang sudah dirusak lagi. Jika ada kerusakan di bangunan negara seperti ini, tentu menjadi kerugian bagi seluruh warga Jatim," ujar Adhy di sela memantau situasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026).

​Aksi unjuk rasa yang digelar sejak sore hari tersebut awalnya berjalan kondusif. Massa menyampaikan aspirasi terkait ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah dan meminta untuk bertemu perwakilan pihak berwenang. Namun, situasi mulai memanas sekitar pukul 18.30 WIB karena tidak adanya ruang dialog yang terealisasi.

​Massa yang kecewa kemudian meluapkan amarahnya dengan membakar sampah di tengah jalan, serta melemparkan petasan, batu, dan benda tumpul lainnya ke arah dalam halaman Grahadi. Akibatnya, pagar di sisi timur gedung bersejarah tersebut mengalami kerusakan.

​Guna mengendalikan situasi, aparat keamanan bergerak cepat mendorong mundur massa ke arah area Balai Pemuda (Alun-Alun Surabaya). Meski sempat mendapat provokasi dari beberapa oknum demonstran selama proses sterilisasi jalan, petugas berhasil mengamankan situasi serta membawa sejumlah peserta aksi yang diduga sebagai provokator.

​Adhy mengapresiasi kesigapan petugas keamanan di lapangan sekaligus menegaskan bahwa Pemprov Jatim tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi penyampaian aspirasi masyarakat.

​"Terima kasih kepada pihak aparat keamanan yang sudah menghalau massa sehingga kondisi kembali kondusif. Kami berusaha secara persuasif, namun kami berharap kejadian anarkis seperti ini tidak terulang kembali," tuturnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut