get app
inews
Aa Text
Read Next : Garda Satu Tegaskan Komitmen Kawal Program Pemerintah dalam Rapat Awal 2026

Setahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Tantangan PHK dan Pengangguran Masih Membayangi Jatim

Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:46 WIB
header img
Genap satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyantuni anak yatim dan pengemudi ojek online di Gedung Negara Grahadi.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Genap satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyantuni anak yatim dan pengemudi ojek online (ojol) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026).

Momentum tersebut bertepatan dengan satu tahun pelantikan keduanya oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada 60 anak yatim serta paket sembako kepada 40 pengemudi ojek online (ojol), termasuk ojol perempuan dan ojol penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah terlalu terpaku pada hitungan hari atau peringatan formal masa jabatan. Fokus utama, menurut dia, adalah bekerja nyata dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Jatim.

"Alhamdulillah, hari ini tanggal 20 Februari, persis satu tahun saya dan Pak Emil dilantik oleh Pak Presiden di Istana Negara waktu itu. Lalu ada yang mengingatkan kita, karena ada beberapa institusi yang akan mengkonfirmasi kinerja satu tahun kami," ujarnya. 

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Khofifah menegaskan komitmen untuk terus mengoptimalkan potensi Jatim dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama yang akan terus didorong secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur harus berjalan selaras dengan percepatan penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Dan tentu harapan kita kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur  semakin membaik. Kemiskinan kita semakin menurun, pertumbuhan ekonomi semakin membaik," ungkap Khofifah. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menilai berbagai dinamika kebijakan nasional dan global telah direspons dengan adaptif dan progresif oleh Pemerintah Provinsi Jatim.

Menurut Emil, Gubernur Khofifah mampu menjalankan peran strategis dalam menyukseskan program-program nasional, termasuk agenda prioritas Asta Cita, sekaligus memastikan program pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

"Beliau hari ini menjalankan peran untuk mensukseskan program-program nasional asta cita menjadi fokus dari hari ke hari," ucap Emil.

Berbagai gebrakan disebutnya telah dilakukan Gubernur Khofifah diantaranya pemberian penghargaan kepada cabang dinas yang telah 100 persen tidak ada ijazah yang belum terbagikan hingga perluasan koridor Bus Trans Jatim di berbagai daerah.

"Mudah mudahan beliau diberi kesehatan karena kami optimis bahwa Jatim akan semakin maju dibawah kepemimpinan beliau yang sangat luar biasa," ungkapnya.

Namun di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang Januari–Desember 2025, sebanyak 5.949 pekerja di Jatim mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Secara nasional, angka PHK mencapai 88.519 orang.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut