Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Borong 7 Medali Emas, Surabaya Kirim Sinyal Kuat Siap Kuasai Porprov Jatim 2027
Advertisement . Scroll to see content

Tren Bukber Surabaya 2026, Ajang Prestise Bukan Sekedar Soal Makan Tapi Adu Gengsi dan Gaya Hidup

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:32 WIB
  • author Amin Wahyono
Tren Bukber Surabaya 2026, Ajang Prestise Bukan Sekedar Soal Makan Tapi Adu Gengsi dan Gaya Hidup
Tren bukber Surabaya 2026 makin kompetitif. Legacy Ballroom Surabaya hadirkan konsep eksklusif dengan kambing guling live, dekor grand ballroom, dan promo harga spesial Ramadan. Foto Surabaya.iNews.id/amin

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tradisi buka bersama (bukber) di Kota Pahlawan kini tak lagi sebatas menyantap hidangan selepas azan Magrib. Ramadan 2026 menghadirkan warna baru: persaingan venue yang tak hanya menjual menu, tetapi juga pengalaman, atmosfer, hingga sentuhan eksklusif bagi kelas menengah perkotaan.

Di tengah ketatnya kompetisi bisnis hospitality, sejumlah pelaku industri mulai mengubah strategi. Mereka sadar, konsumen kini datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk merayakan momen, membangun relasi, dan tentu saja—mengabadikan suasana.

Salah satunya terlihat dari program Rindu Ramadhan yang diluncurkan oleh Legacy Ballroom Surabaya. Konsep yang diusung memadukan kuliner khas Ramadan, hiburan, dan interaksi langsung dalam satu paket acara.

General Manager Legacy Ballroom Surabaya, Edy Nizon Fong, menyebut pihaknya tak sekadar menata meja makan, tetapi merancang keseluruhan pengalaman berbuka.

“Di ODC room itu baru mungkin sekitar 10–20 persenannya. Jadi dekor yang grand itu nanti akan lebih banyak di Grand Ballroom,” ujarnya.


Tren bukber Surabaya 2026 makin kompetitif. Legacy Ballroom Surabaya hadirkan konsep eksklusif dengan kambing guling live, dekor grand ballroom, dan promo harga spesial Ramadan. Foto Surabaya.iNews.id/amin

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan bisnis bukber di Surabaya. Venue kini menjual atmosfer megah yang dirancang untuk memikat kalangan korporasi, komunitas, hingga keluarga besar yang ingin berbuka dengan nuansa berbeda.

Ramadan pun menjadi momentum puncak permintaan. Bukber bukan lagi agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari gaya hidup dan eksistensi sosial masyarakat urban.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut