get app
inews
Aa Text
Read Next : Ide Kreatif Anak Surabaya, Tanaman Bidara Jadi Teh, Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi

Temukan Limbah di Pantai Kenjeran, Siswa SD Surabaya Ini Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:04 WIB
header img
Berawal dari observasi di Pantai Kenjeran, siswa SD Cita Hati Surabaya mengolah minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan bernilai ekonomis. Foto Surabaya.iNews.id/hendro

Berawal dari Pantai Kenjeran

Salah satu proyek yang mencuri perhatian datang dari tim kelas 6A yang beranggotakan lima siswa, termasuk Wayne Rainer Sumargo dan Joyous Faith Komala.

Berbekal rasa ingin tahu, mereka melakukan observasi di kawasan Pantai Kenjeran. Di sana, mereka menemukan fakta yang mengusik: limbah minyak jelantah yang dibuang ke laut oleh sebagian warga.

Lapisan minyak yang mengapung di permukaan air laut berpotensi menghambat masuknya oksigen. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam plankton, ikan, hingga merusak ekosistem pesisir.

“Awalnya kami hanya ingin tahu kenapa air terlihat berminyak. Setelah mencari informasi, kami sadar dampaknya bisa besar untuk kehidupan laut,” ungkap Joyous.

Alih-alih berhenti pada temuan masalah, mereka mencari solusi. Dari hasil riset, tim ini menemukan bahwa minyak jelantah dapat didaur ulang menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis.

Proses eksperimen dilakukan secara bertahap. Mereka mempelajari teknik penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga uji coba aroma. Hasilnya, lilin aromaterapi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bisa menjadi produk kreatif bernilai jual.

“Kami belajar bahwa aksi kecil bisa berdampak besar. Daripada dibuang ke laut, minyak jelantah bisa diolah jadi sesuatu yang bermanfaat,” tambah Joyous.

Proyek sederhana ini menjadi contoh nyata bagaimana siswa sekolah dasar mampu berpikir kritis sekaligus berempati terhadap lingkungan.

PYP Exhibition tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru, orang tua, dan komunitas sekolah. Proses ini membangun keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga refleksi diri.

Lebih dari sekadar nilai akademik, kegiatan ini membentuk karakter dan tanggung jawab sosial. Selaras dengan visi Character, Faith, and Wisdom, sekolah berkomitmen membina siswa agar tumbuh sebagai pribadi yang peduli dan siap menghadapi tantangan global.

PYP Exhibition tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan kontekstual mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak.

Dari ruang kelas hingga pesisir Kenjeran, langkah kecil para siswa ini menunjukkan satu pesan penting: perubahan besar bisa dimulai dari tangan-tangan kecil yang peduli.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut