Kawah Ijen Banyuwangi Dibuka Usai Insiden Pendaki Tersesat 30 Jam, Pengelola Perketat Pengawasan
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Aktivitas wisata di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen resmi kembali dibuka mulai 26 Februari 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terkait insiden seorang pendaki yang sempat tersesat selama kurang lebih 30 jam.
Peristiwa tersebut sempat menyita perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa keindahan alam Gunung Ijen tetap menyimpan risiko jika aturan diabaikan.
Penutupan sementara sebelumnya diberlakukan sebagai langkah antisipatif. Pengelola melakukan pengkajian menyeluruh untuk mengetahui penyebab insiden serta menyusun rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Berdasarkan pengumuman resmi Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kawasan wisata alam ini kini kembali dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata, penelitian, maupun pendidikan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian yang berlaku dinilai telah memadai untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.
Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menjelaskan bahwa sarana dan prasarana di sepanjang jalur pendakian, seperti papan informasi, rambu larangan, hingga penunjuk arah, dalam kondisi baik dan cukup jelas untuk mencegah wisatawan keluar jalur.
Selain itu, kondisi cuaca saat kejadian—meski sempat berkabut—dinilai kecil kemungkinannya menjadi faktor utama penyebab pendaki tersesat. Jalur pendakian pun disebut memiliki lebar dan kejelasan yang relatif baik.
Dari hasil evaluasi, insiden tersebut lebih mengarah pada faktor kelalaian manusia atau human error.
Evaluasi juga mencatat rendahnya tingkat kepatuhan korban dan rekan satu tim terhadap pentingnya menjaga kondisi fisik, mental, serta kebersamaan selama pendakian. Dugaan pelanggaran SOP dan kurangnya kekompakan tim menjadi catatan penting dalam laporan tersebut.
“Ke depan, pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan calon pendaki sebelum naik akan ditingkatkan,” ujar Dwi Putro.
Pengelola juga memastikan pengawasan terhadap kepatuhan aturan dan SOP akan diperketat, termasuk pengecekan dokumen pendukung.
Sebagai langkah pencegahan, calon pengunjung diimbau menggunakan pemandu berizin yang memahami medan. Selain itu, wisatawan wajib mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk pembelian tiket resmi dan asuransi, serta membawa surat keterangan sehat.
Pendaki juga diminta memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima serta tidak terpisah dari rombongan, baik saat berangkat maupun saat turun dari kawasan kawah.
Dibukanya kembali TWA Kawah Ijen menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Namun, pengelola berharap momentum ini diiringi dengan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.
Keindahan api biru dan panorama alam Gunung Ijen memang memikat. Tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama agar setiap perjalanan pulang membawa cerita indah, bukan kepanikan.
Editor : Arif Ardliyanto