get app
inews
Aa Text
Read Next : Fatwa Terbaru MUI Soal Usaha Bulion Syariah, Begini Respon Pegadaian

Investasi Emas Lewat Cicilan Menjanjikan, Begini Cara Agar Tidak Gagal Bayar

Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:30 WIB
header img
Pegadaian Kanwil XII Surabaya mengingatkan masyarakat agar disiplin mengelola keuangan saat mengambil cicilan emas. Strategi ini penting untuk mencegah kredit bermasalah (NPL) dan menjaga investasi tetap aman. Foto dok

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Investasi emas semakin diminati masyarakat karena dinilai aman dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun di balik peluang keuntungan tersebut, ada satu hal penting yang kerap diabaikan: kedisiplinan mengelola keuangan agar cicilan tidak berubah menjadi kredit bermasalah.

Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak saat mengambil program cicilan emas. Langkah ini penting agar nasabah tidak terjebak dalam kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang bisa mengganggu kondisi keuangan.

Kepala Bagian Humas PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Mualimin, mengatakan bahwa kunci utama agar cicilan emas berjalan lancar adalah komitmen dalam mengatur keuangan sejak awal.

“Ketika masyarakat mengambil pembiayaan atau cicilan emas, yang paling penting adalah disiplin dalam mengatur keuangan. Saat ada penghasilan, sebaiknya diprioritaskan terlebih dahulu untuk membayar kewajiban angsuran,” ujar Mualimin.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, kendala pembayaran bukan karena tidak adanya penghasilan, tetapi lebih pada kurangnya pengelolaan keuangan yang tepat.

Padahal, jika direncanakan dengan baik, cicilan emas justru bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang membantu masyarakat menabung aset jangka panjang.

Mualimin menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan penghasilan untuk kebutuhan lain sebelum memenuhi kewajiban pembayaran.

“Kadang masyarakat memiliki penghasilan, tetapi digunakan untuk kebutuhan lain yang tidak terlalu mendesak. Ketika jatuh tempo angsuran datang, mereka akhirnya merasa kesulitan,” katanya.

Karena itu, Pegadaian terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengatur arus kas, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.

Menurutnya, kebiasaan menyisihkan pendapatan untuk kewajiban finansial sejak awal akan membantu nasabah menjaga stabilitas keuangan sekaligus menghindari risiko keterlambatan pembayaran.

Sebagai langkah preventif, Pegadaian juga menyediakan fasilitas rekening pendamping bagi nasabah cicilan emas.

Rekening ini berfungsi sebagai tempat menyimpan sebagian pendapatan secara berkala yang nantinya digunakan untuk membayar angsuran.

“Rekening pendamping ini membantu masyarakat menyisihkan dana lebih awal. Jadi ketika usaha sedang sepi atau penjualan menurun, mereka masih memiliki cadangan dana untuk membayar cicilan,” jelas Mualimin.

Ia menambahkan, strategi ini cukup efektif membantu nasabah menjaga kedisiplinan finansial sehingga potensi keterlambatan pembayaran dapat ditekan.

Emas Masih Jadi Investasi Favorit

Di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik dunia, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat.

Selain nilainya yang relatif stabil, harga emas juga cenderung meningkat dalam jangka panjang sehingga sering dijadikan aset pelindung nilai.

Meski demikian, Mualimin menegaskan bahwa keputusan mengambil cicilan emas tetap harus disesuaikan dengan kemampuan finansial.

“Investasi emas memang menarik, tetapi yang paling penting adalah kemampuan mengelola keuangan dan disiplin membayar angsuran. Dengan begitu, risiko NPL bisa ditekan dan masyarakat tetap mendapatkan manfaat dari investasi emas,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut