get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Lebaran, Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Stok MinyaKita Aman dan Stabil

24,9 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jatim saat Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 | 07:37 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menghadiri rakor lintas sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id -  Sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen pemudik nasional diperkirakan masuk ke wilayah Jawa Timur (Jatim). Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 sampai 18 Maret 2026 dan arus balik pada 27 Maret 2026. 

Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang angkutan umum di Jatim pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta penumpang, meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 7,3 juta penumpang. 

“Jumlah tersebut mencakup moda kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Surabaya, Senin (9/3/2026).

Operasi Ketupat Semeru 2026, kata dia, memiliki peran yang sangat strategis sebagai bentuk sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, serta stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jatim.

"Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh instansi, mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik, memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem pengamanan secara terpadu," jelasnya.

Jatim, lanjut Gubernur Khofifah, merupakan salah satu provinsi tujuan pemudik dengan pergerakan masyarakat yang sangat tinggi. Selain itu juga memiliki tantangan tersendiri dalam memastikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran.

"Pemprov Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti memastikan kesiapan armada angkutan umum, menyiapkan posko angkutan lebaran, juga persiapan di sejumlah titik wisata," katanya.

Khofifah juga menekankan kepada Dinas Perhubungan Jatim untuk memastikan kesiapan armada angkutan umum di seluruh moda transportasi.  Terkait ketersediaan armada, di Jatim telah disiapkan 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip. 

Pemerintah Provinsi Jatim juga mengadakan Posko Angkutan Lebaran, guna memantau arus mudik dan balik, sehingga berbagai potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini. Disamping itu, dilakukan pula koordinasi intensif bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, TNI, serta seluruh stakeholder terkait.

Pengamanan dan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 didukung dengan menyiapkan total 8.991 personel yang terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.

Pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026, Pemprov Jatim kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis dengan moda bus, kapal laut, dan pengangkutan sepeda motor. Pemprov Jatim juga telah melakukan pembangunan dan pengembangan kapasitas dermaga di Pelabuhan Jangkar.

"Harapannya mampu mengurai kepadatan di Pelabuhan Ketapang. Sehingga arus penyeberangan menjadi lebih lancar, khususnya pada periode peak season seperti mudik lebaran dan libur panjang," ucapnya.

Tidak hanya itu, persiapan ekstra harus dibangun terlebih terlebih karena Idul Fitri 1447 H ini berdekatan dengan Hari Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Oleh sebab itu, Khofifah meminta titik-titik kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi harus diantisipasi.

Tidak berhenti di situ, Khofifah juga meminta layanan kesehatan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Ia menyebut Dinas Kesehatan Jatim menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 nakes tradisional, dan 2.852 driver ambulan. "Selain itu juga dibutuhkan pemetaan titik titik rumah sakit untuk rujukan terdekat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan bahwa Rakor lintas sektoral ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi rangkaian hari besar keagamaan nasional yang berlangsung hampir bersamaan.

“Kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan visi dan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” kata Irjen Nanang.

Nanang menjelaskan, Operasi ini bukan sekedar mengatur kelancaran lalu lintas arus mudik, melainkan sebuah gelar pelayanan publik, spiritual,sosial dan pemeliharaan kamtibmas yang sifatnya fundamental di tengah masyarakat. "Operasi akan dilaksanakan selama 13 hari terhitung mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026," kata Irjen Pol Nanang.

Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya sinergi seluruh stakeholder dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Kita harus memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar, aman dan sehat demi mewujudkan slogan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” tegasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut