8.000 Buruh Gelar Aksi di Kantor Gubernur Jatim, Khofifah Janjikan Kebijakan Pro Buruh
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sekitar 8.000 buruh dari berbagai kawasan industri di Jawa Timur (Jatim), mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Pasuruan, memadati Kantor Gubernur Jatim pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026).
Massa yang melakukan long march usai salat Jumat tersebut membawa sejumlah tuntutan krusial. Selain mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja. Mereka juga menuntut penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta perlindungan bagi pekerja di sektor digital yang saat ini dinilai minim regulasi.
Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat, menegaskan bahwa aksi tahun ini merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas.
“May Day tahun ini menjadi titik konsolidasi kekuatan buruh Jatim dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan kepastian hukum,” tegas Nuruddin.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyambut kedatangan massa dengan menggelar syukuran dan dialog. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan sejumlah "kado" program afirmatif bagi para buruh.
Salah satu poin utama adalah pemberian insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB. Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim menyiapkan skema pengurangan pajak sekitar 20 persen bagi buruh yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4.
"Kami sedang menyusun skemanya agar pengurangan pajak ini benar-benar bisa meringankan beban ekonomi kawan-kawan buruh di lapangan," ujar Khofifah.
Di sektor pendidikan, Pemprov Jatim memperkuat kuota afirmasi bagi anak buruh untuk masuk ke sekolah berkualitas. Meski telah diinisiasi sejak enam tahun lalu, Khofifah mengakui implementasinya masih perlu digenjot karena baru mencapai 1,33 persen dari target 5 persen.
Sementara untuk akses transportasi, Khofifah merespons aspirasi pekerja dengan rencana pembukaan koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan Raya. "Tahun depan kami siapkan koridor baru menuju kawasan industri PIER agar mobilitas buruh lebih mudah dan murah," tambahnya.
Editor: Arif Ardliyanto