get app
inews
Aa Text
Read Next : Kampus di Surabaya Ini Bikin Terobosan! Sistem Akademik dan Pembayaran Terkoneksi secara Digital

Tak Sekadar Ngabuburit, Mahasiswa Surabaya Bahas Masa Depan Demokrasi Indonesia

Kamis, 12 Maret 2026 | 04:48 WIB
header img
Kegiatan ngabuburit di Universitas Wijaya Putra Surabaya berubah menjadi forum diskusi kebangsaan yang membahas peran mahasiswa dalam demokrasi Indonesia. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Kampus Benowo Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya tampak berbeda. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul, bukan sekadar menunggu adzan Magrib, tetapi berdiskusi hangat tentang masa depan demokrasi Indonesia.

Momentum Ramadan dimanfaatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UWP untuk menggelar Sarasehan Ngabuburit Kebangsaan dan Buka Bersama Aliansi BEM Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai kebangsaan sekaligus membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Mengusung tema “Refleksi Kebangsaan di Bulan Ramadan: Menguatkan Demokrasi dan Partisipasi Mahasiswa untuk Surabaya Menuju Indonesia Emas 2045”, acara tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya (Bakesbangpol). Diskusi berlangsung santai namun penuh makna, sejalan dengan semangat ngabuburit yang identik dengan kebersamaan.

Presiden BEM UWP, Bayu Tri Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap dinamika kebangsaan yang semakin kompleks. Ia menilai generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

“Ramadan mengajarkan pengendalian diri dan kejujuran. Nilai-nilai ini sangat selaras dengan prinsip demokrasi yang sehat. Kami ingin mahasiswa hadir sebagai aktor utama dalam mengawal demokrasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Bayu, sarasehan tersebut juga menjadi ruang dialog lintas kampus agar mahasiswa dapat bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab kebangsaan.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWP, Suprayoga, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan forum diskusi strategis di tengah momentum Ramadan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini mencerminkan karakter mahasiswa UWP yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga peduli terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.

“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Hal ini sejalan dengan visi UWP menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset pada tahun 2030. Mahasiswa diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan jiwa demokrasi yang kuat,” katanya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Bakesbangpol Surabaya, Muhammad, menekankan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda, terutama pemilih pemula. Ia menyebut literasi politik harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang momentum pemilu.

“Mahasiswa memiliki peran strategis menjaga stabilitas Kota Surabaya agar tetap kondusif dan terhindar dari konflik sosial maupun konflik berbasis agama. Bersama-sama kita menjaga NKRI,” tegasnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta dengan antusias menyampaikan pandangan terkait tantangan demokrasi di era digital, mulai dari maraknya penyebaran hoaks, polarisasi politik, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Suasana keakraban semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi.

Sarasehan ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Universitas Wijaya Putra dalam mewujudkan visinya sebagai kampus yang unggul dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset pada 2030. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan kebangsaan.

Melalui momentum Ramadan, BEM UWP berharap semangat kebangsaan dan kedewasaan berdemokrasi dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda diyakini menjadi kunci penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama, meninggalkan pesan kuat bahwa menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan tanggung jawab bersama, sejalan dengan nilai luhur Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut